Sandiwara Satu Babak Bagir, Pembasmian Mafia Peradilan Gagal
Selasa, 02 Mei 2006 18:06 WIB
Jakarta - Terpilihnya Bagir Manan sebagai ketua MA, hanya sandiwara satu babak. Ini menandai gagalnya pembasmian mafia peradilan. 44 Hakim agung yang memilih Bagir dinilai hanya ingin mempertahankan status quo."Saya sangat mengecewakan hal ini. Seharusnya mereka sendiri yang melawan mafia peradilan, tapi malah mereka ingin status quo dan tetap memilih Bagir. Maka jangan harap ada reformasi peradilan," cetus Ketua Indonesian Court Monitoring Denny Indrayana.Hal ini disampaikannya usai acara diskusi publik "Panggilan Bagir Sebagai Saksi Kasus Suap MA" di kantor Kemitraan Partnership, Gedung Surya, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (2/5/2006).Denny juga menyayangkan tidak adanya pemaparan visi dan misi yang jelas dari Bagir usai terpilih menjadi ketua MA. Pemilihan itu dianggapnya sebagai sandiwara satu babak yang dijalankan oleh para hakim agung pendukung Bagir."Ini memberi kesan hakim-hakim agung tersebut sedang kompak. Bagir didukung hakim-hakim tersebut untuk tetap berposisi defensif terhadap Komisi Yudisial," ujarnya.Sedangkan mengenai penolakan majelis hakim Pengadilan Tipikor untuk memeriksa Bagir sebagai saksi kasus penyuapan di MA, Denny menilai ini menunjukkan masih adanya diskriminasi hukum."Hukum masih diskriminatif. Bagaimanapun Bagir harus tetap dijadikan saksi sebagai dasar awal dalam pembasmian mafia peradilan," tandasnya.
(bal/)











































