Nggak Mampu Bayar Sekolah? Laporkan ke Ketua RW

Nggak Mampu Bayar Sekolah? Laporkan ke Ketua RW

- detikNews
Selasa, 02 Mei 2006 17:59 WIB
Jakarta - Ada anak di sekitar rumah Anda yang tidak mampu bayar sekolah? Bila ya, segera lapor ke Ketua RW di mana Anda tinggal. Bila Anda tidak dilayani, laporkan ke pejabat di atasnya. Apakah kemudian para pejabat itu akan menyekolahkan anak tak mampu yang Anda laporkan? Mimpi kali yee... "Jadi kita lapor saja. Mekanisme pelaporannya bagaimana, tidak pernah disosialisaikan. Pokoknya lapor dan lapor. Presiden dan wapres hanya mengawasi," kata Ketua BEM UNJ (Universitas Negeri Jakarta), Akmal Dhiky, di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2006). Yang ia sampaikan merupakan salah satu hasil pembicaraan antara Wapres Jusuf Kalla (JK) dengan tujuh orang mahasiswa yang mewakili ratusan temannya yang berunjuk rasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Alih-alih bangga bisa berdiskusi langsung dengan RI2, Dhiky dan teman-temannya terus terang mengaku sangat kecewa dengan pertemuan tersebut. "Waktunya sangat singkat. Jawaban yang diberikan Wapres terhadap tuntutan kita untuk meningkatkan pendidikan juga terlalu sederhana," ujar Dhiky. Menanggapi kekesalan tersebut, Wapres yang dikonfirmasi oleh wartawan beberapa menit kemudian meminta mahasiswa realistis memahami permasalahan yang ada. Selain pemenuhan aspirasi tidak bisa dilakukan dalam sekejap, upaya itu pun harus melalui prosedur formal di DPR. "Kan tidak semua aspirasi bisa langsung saya setujui," jawab JK. Wapres kemudian menyebut salah satu tuntutan mahasiswa yang tidak bisa ia setujui seketika itu adalah pengalokasian anggaran pendidikan dalam APBN 2007 sebesar 20 persen dari pendapatan negara. Pemenuhan amanat UUD 45 itu tidak segampang dibayangkan karena kemampuan negara saat ini terbatas. Artinya bila anggaran pendidikan langsung dinaikkan 20 persen, maka subsidi untuk beberapa pos lain harus dikurangi. "Apa kita rela anggaran kesehatan dikurangi? Jalan dibiarkan rusak? Pendidikan sangat penting. Tapi kesehatan juga penting, perbaikan jalan rusak juga penting. Ini kenyataan. Kita bicara antara harapan dan kenyataan yang ada. Kita berusaha keras menyelesaikan. Jangan hanya dilihat angka 20%, tapi pertambahannya setiap tahun," papar Kalla. (asy/)


Berita Terkait