Gus Dur: Tangkap Bupati, Suaminya, dan Ketua KPUD Tuban!
Selasa, 02 Mei 2006 17:43 WIB
Jakarta -
Bupati Tuban Haeny Relawati, suaminya, dan Ketua KPUD Tuban Sumito Karmani diduga sebagai biang kerok kerusuhan pasca-pilkada. Polisi didesak menangkap ketiga orang itu."Sumito, Haeny, dan suaminya harus ditangkap karena telah melakukan kecurangan dalam pilkada," cetus Ketua Dewan Syuro DPP PKB Gus Dur kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (2/5/2006).Menurut Gus Dur, ada dua kecurangan yang dilakukan Haeny -- jagoan dari Partai Golkar -- dalam Pildaka Tuban sehingga mengakibatkan kerusuhan.Pertama, sekitar 200 ribu suara tidak diberikan kepada pemilih. Namun diberikan kepada orang dari luar Tuban. Kedua, terjadi pemalsuan penghitungan suara atas perintah Ketua KPUD.Gus Dur juga menyesalkan sikap reaktif dari Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan Gubernur Jawa Timur yang langsung menyalahkan masyarakat tanpa melihat sebab-sebab terjadinya kerusuhan."Jika pejabat negara sudah seperti itu, ditakutkan akan menyulut kemarahan lebih besar dari masyarakat," kata mantan presiden itu.Gus Dur meminta Tim Investigasi DPP PKB mengumpulkan semua data terkait Pilkada Tuban agar bisa dijadikan bukti yang kuat untuk mendesak dilakukan pilkada ulang.Pada 29 April, Kantor KPUD, Pendopo Pemkab, dan rumah dinas bupati Tuban, Hotel Mustika dan pom bensin milik suami Haeny, serta 2 rumah warga, dibakar massa setelah pilkada dimenangkan secara tipis oleh pasangan Haeny Relawati-Lilik Soeharjono.Keduanya mengalahkan pasangan Noor Nahar Husein-Go Tjong Ping (Nonstop) yang didukung PDIP dan PKB. Dalam pilkada, pasangan Haeny-Lilik menang tipis 327.784 suara atau 51,74 persen. Sedangkan pasangan Nonstop meraih 305.709 suara atau 48,26 persen.Polisi telah menetapkan 41 tersangka dalam kerusuhan itu.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































