Bendera Terbalik di Unhas, Rektor Nyaris Pingsan
Selasa, 02 Mei 2006 17:08 WIB
Makassar - Hampir disemua sekolah di Indonesia menggelar upacara peringatan hari pendidikan nasional. Di Universitas Hasanuddin (Unhas), peringatan ini sempat diwarnai insiden. Bendera yang ingin dikibarkan, nyaris saja dalam keadaan terbalik. Bukan hanya itu, kerena kelelahan, Rektor Unhas yang sedang memberi sambutan, pun nyaris jatuh pingsan. Upacara dimulai sekitar pukul 07.00 Wita, Selasa (2/5/2006) Peringatan Hardiknas dengan upacara bendera dihadiri oleh ratusan dosen dan pegawai Unhas. Dengan memakai setelan baju batik ala pegawai negeri, seluruh barisan nampak rapi. Insiden terjadi ketika masuk pada pengibaran sang saka Merah Putih. Pasukan pengibar bendera ternyata melakukan kesalahan. Saat bendera diikatkan di tali tiang bendera, ternyata terbalik. Ketika dikepakkan, kain putih berada di atas dan merah berada di bawah. Namun, insiden itu hanya sekejap. Tak semua peserta upacara memperhatikan. Bendera segera dibalik oleh petugas pengibar bendera. Dan kemudian dikibarkan hingga di pucuk tiang. "Itu kesalahan teknis. Dan itu biasa. Semua orang bisa khilaf. Tidak mungkin itu disengaja," ujar salah seorang staf pegawai Unhas yang enggan disebut namanya. Rektor Nyaris Pingsan Insiden berikutnya menyusul. Di awal memberi kata sambutan, Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi nyaris jatuh. "Bapak sepertinya oleng. Tapi tidak sampai terjatuh. Karena diperkirakan akan pingsan, maka beliau segera dibopoh," ujar Paulus, salah seorang staf pegawai bagian kemahasiswaan. Dari keterangan yang dihimpun, Idrus ternyata kelelahan. Disebutkan, jika sehari sebelumnnya, Idrus malah sempat diopname di RS Wahidin Sudirohusodo karena kelelahan. "Seminggu terakhir itu, saya lihat bapak kalau bekerja sampai malam. Terlebih, sewaktu mempersiapkan kedatangan presiden SBY beberapa waktu lalu," terang Paulus. Keterangan lain menyebutkan, seharusnya Idrus istirahat dua hari ini. Hanya, adanya tamu dari Dikti dan keharusan untuk mengikuti upacara Hardiknas, maka Idrus memaksakan untuk ikut upacara.
(asy/)











































