Tolak Kebijakan Bush, 1 Juta Pekerja Imigran Berdemo
Selasa, 02 Mei 2006 15:15 WIB
Los Angeles -
Aksi demo besar-besaran terjadi di sejumlah kota besar AS. Lebih dari 1 juta imigran Hispanik dan para pendukungnya bolos kerja dan turun ke jalan-jalan untuk berunjuk rasa. Demo ini dilakukan untuk menunjukkan pentingnya peran para imigran tersebut dalam perekonomian AS. Buktinya, akibat aksi massal ini, banyak toko, peternakan, pabrik, pasar dan restoran yang tutup pada hari Senin 1 Mei waktu setempat atau Selasa 2 Mei WIB.Aksi "Sehari Tanpa Imigran" ini berlangsung di Los Angeles, Chicago, Houston, Denver, Miami dan lainnya. Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Selasa (2/5/2006)."Kami ini tulang punggung Amerika, legal atau tidak legal itu tidak masalah," cetus Melanie Lugo, yang ikut berdemo bersama sekitar 75 ribu orang di Denver.Aksi protes ini bagian dari kampanye menentang rencana pemerintahan George W Bush untuk menerapkan aturan yang lebih keras terhadap para imigran ilegal. Boikot ini dimaksudkan untuk memperlihatkan pentingnya komunitas imigran di AS.Banyak perusahaan AS yang bergantung pada tenaga buruh Hispanik yang dibayar murah. Karena demo ini, banyak perusahaan yang tidak beroperasi.Di New York, ratusan ribu warga menyemut di jalan-jalan untuk menentang rencana kebijakan baru mengenai buruh imigran. Bahkan aksi demo di Los Angeles dan Chicago, diperkirakan diramaikan oleh masing-masing sekitar 400.000 orang.Menurut perkiraan kepolisian, aksi protes di sejumlah kota AS ini diikuti oleh total sekitar 1,1 juta pendemo. Aksi boikot ini diorganisir oleh para aktivis imigran yang kesal dengan kebijakan baru imigrasi pemerintah AS yang sedang dibahas di Senat. Diperkirakan ada lebih kurang 11 juta pekerja imigran di negeri adikuasa itu.
(ita/)










































