Polri Ngaku Terburu-buru Gerebek Sarang Teroris

Polri Ngaku Terburu-buru Gerebek Sarang Teroris

- detikNews
Selasa, 02 Mei 2006 14:29 WIB
Jakarta - Meski sudah diintai selama 3 bulan, Polri mengaku terburu-buru menggerebek sarang teroris di Desa Binangun, Kretek, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu 29 April. Dikiranya saat itu ada Noordin M Top, ternyata nihil."Kami sudah ikuti selama 3 bulan. Kami ingin nangkap buru-buru, ternyata Noordin nggak ada. Pada hari itu kita yakin, kita pastikan Noordin ada, ternyata tidak ada," ungkap Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (2/5/2006).Indikasi keberadaan Noordin, ungkap Anton, didasarkan pengamatan saat itu. "Indikasi kita bilang ada itu, karena ada orang yang beli koran. Kita pikir kalau ada yang beli koran, jangan-jangan dia disuruh Noordin," ungkap Anton.Indikasi itu, imbuh dia, didasarkan feeling penyidik yang menduga ada orang penting di rumah tersebut. "Jadi ada yang beli koran, jangan-jangan ada Noordin," kata Anton sambil menambahkan di sekitar lokasi penggerebekan banyak pedagang koran.Dari penggerebekan di sarang teroris Wonosobo, Polri tidak berhasil menangkap Noordin. Namun 4 kaki tangan gembong teroris itu berhasil dilumpuhkan. Bahkan dua di antaranya tewas tertembak, yakni Abdul Hadi dan Jabir. Sedangkan dua lainnya yang ditangkap hidup-hidup adalah Solahuddin dan Muhtafirin. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait