Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Selama Natal dan Tahun Baru

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 16:11 WIB
Suasana terkini Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (1/12). Kantor Gubernur DKI Jakarta terpaksa harus tutup pasca Anies Baswedan positif dinyatakan COVID-19 berdasarkan hasil tes usap yang dilakukan Senin (30/11).  Sementara itu gedung utama Balai Kota yang terpisah dari kantor Gubernur Anies Baswedan tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan
Balai Kota DKI Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memastikan ketersediaan pangan selama Natal dan tahun baru 2022 (Nataru). Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati menyebut stok pangan saat Natal dan tahun baru aman.

"Stok dan pasokan pangan masyarakat DKI Jakarta menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 dapat dikatakan aman," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (22/12/2021).

Suharini mengatakan Pemprov DKI bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perum Bulog, para pelaku usaha dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait berkolaborasi untuk menjamin kecukupan pangan masyarakat.

Suharini menjelaskan, Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten berupaya melakukan pemenuhan stok pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan daging sapi, melalui Operasi Pasar KPSH Beras melalui Rumah Pangan Kita (RPK), Toko Pangan Kita (TPK), Pedagang Beras Eceran, Satgas OP KPSH, dan pedagang besar.

"Perum Bulog Divre Jakarta Banten juga menggunakan toko online untuk pendistribusian bahan pangan," ujarnya.

Suharini mengatakan daging sapi beku beserta olahannya dijual oleh PD Dharma Jaya dengan harga berkisar Rp 93-101 ribu per kilogram, bergantung pada spesifikasi mutunya.

Lebih lanjut, mulai 1 sampai 31 Desember 2021, PT Food Station Tjipinang Jaya menggelar pasar murah untuk beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, susu UHT, kornet sapi, dan sarden langsung ke kelurahan-kelurahan yang tersebar di 5 wilayah Jakarta.

"Perumda Pasar Jaya melakukan optimalisasi operasional mesin Controller Atmosphere Storage (CAS). Saat ini sudah terisi 8 ton bawang merah dan 200 kg cabe merah keriting, juga menyediakan bahan pangan melalui lokasi distribusi yang dikelolanya," ujar Suharini.

Suharini mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan karena kurangnya pasokan, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk melakukan pemantauan ketersediaan dan harga.

Dari data Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, saat ini stok beras yang ada di Perum Bulog, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Pasar Induk Beras Cipinang sekitar 475.009 ton. Kemudian, stok daging sapi yang tersedia di PD Dharma Jaya dan pelaku usaha saat ini 11.102 ton.

Sedangkan stok daging ayam sekitar 27.559 ton dan minyak goreng di BUMD, PT Food Station Tjipinang Jaya, Perum Bulog, dan distributor minyak goreng jumlahnya cukup untuk kebutuhan warga hingga 2022.

(mae/mae)