Asyik! PKS Bagi-Bagi Motor dan Bingkisan untuk Guru

Asyik! PKS Bagi-Bagi Motor dan Bingkisan untuk Guru

- detikNews
Selasa, 02 Mei 2006 13:08 WIB
Jakarta - Menyenangkan guru di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Itulah yang dilakukan Presiden PKS Tifatul Sembiring dan anggota DPR Suryama M Sastra. Mereka mengunjungi sekolahnya dulu dan membagi-bagikan kado untuk para guru.Tifatul dan Suryama mengunjungi SMPN 40, Jalan Danau Limboso, Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2006). Tifatul dan Suryama masuk ke SMP tersebut pada tahun 1976. Kedua tokoh nasional itu tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa serta tiga sepeda motor dan 50 bingkisan untuk dibagikan kepada guru SMPN 40. Guru yang beruntung mendapat motor adalah guru yang paling lama mengajar di sekolahan itu. Mereka mengajar sejak tahun 1975, satu tahun sebelum tokoh PKS itu masuk SMP. Tiga guru itu yakni Harianto, Siti Puji Astusi, dan Kusti Aziz. Tifatul menyatakan, bagi-bagi kado itu hanya merupakan bentuk apresiasi pada guru bersamaan dengan Hardiknas. "Hal ini juga dilakukan kader PKS di daerah. Setiap tahun akan terus dijalankan," kata mantan dosen Universitas Trisakti itu. Langkah PKS diharapkan Tifatul akan menjadi pemicu bagi elemen masyarakat lainnya untuk terus melakukan apresiasi terhadap guru. Ia mengingatkan kesejahteraan guru sejak dulu hingga sekarang masih buruk. "Padahal kita bisa membaca dan pintar karena guru," kata Tifatul.Para guru terlihat terharu dengan kedatangan Tifatul dan Suryama. Mereka mengungkapkan rasa bangganya karena anak didiknya menjadi orang besar dan terkenal.Guru-guru yang mendapatkan sepeda motor juga terlihat sumringah. Para guru kemudian menyempatkan berfoto bersama Tifatul dan Suryama di atas motornya. Seorang guru yang tidak mendapat motor pun menyeletuk,"Aduh kapan ya saya dapat (motor)?" Sementara Suryama di depan murid-murid di sekolah itu berpesan agar mereka menghormati guru karena perjuangannya tidak mengenal pamrih. Ia juga mengajak para murid bekerja keras dan berdoa agar sukses. "Saya dulu saat SMP harus menjual koran agar bisa sekolah," tutur Suryama. (iy/)


Berita Terkait