Dua Aksi Massa Warnai Hardiknas di Semarang
Selasa, 02 Mei 2006 12:45 WIB
Semarang - Sebagaimana May Day kemarin, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini, Selasa (2/5/2006), juga diwarnai aksi massa. Di Semarang, dua kelompok berunjuk rasa dengan isu yang berbeda. Kelompok pertama adalah BEM IKIP PGRI. Mereka memulai aksinya di kawasan Bundaran Air Mancur, Jl. Pahlawan. Dengan mengenakan jas almamater berwarna biru tua, mereka menyuarakan pentingnya realisasi anggaran pendidikan 20% dari APBN. Puas berorasi sambil membentangkan dan beragam poster dan spanduk, mereka melanjutkan aksinya ke Kantor Gubernur dan DPRD Jateng yang berada tak jauh dari lokasi awal. Tak ada satu pun pejabat yang menemui aksi yang diikuti kurang dari 100 mahasiswa ini. Setengah jam kemudian, kelompok kedua datang ke Bundaran Air Mancur. Mereka adalah aktivis Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) Jateng. Massa ini menyuarakan isu pendidikan non formal. Di kantor gubernur, aktivis PMII menggelar aksi teatrikal. Dalam aksinya, sebagian dari mereka memeragakan hubungan antara orang kaya atau pemodal, pemerintah, dan masyarakat pesantren. Pendidikan nonformal seperti pesantren dinilai dipinggirkan. "Belakangan muncul isu adanya standardisasi di dunia pendidikan. Sebetulnya hal itu baik, tapi kalau sudah sampai tidak mengakui pola pendidikan lain, itu sudah kelewatan," kata salah satu pendemo, Mahbub Zaky di sela-sela aksi. Meski di lokasi yang sama, baik BEM IKIP PGRI maupun PMII tidak mau bergabung. Massa membubarkan diri sekitar pukul 11.45 WIB. Puluhan polisi terlihat tak terlalu kerepotan mengawal pendemo karena jumlahnya yang tidak banyak.
(asy/)











































