Senator Joseph Biden:
Irak Harus Dibagi Jadi Tiga
Selasa, 02 Mei 2006 12:05 WIB
Den Haag - Irak harus dibagi tiga, dengan pemerintah pusatnya di Bagdad. Demikian wacana yang diangkat senator Amerika Serikat (AS) Joseph Biden, Senin (1/5/2006).Biden, senator senior dari Delaware dan jurubicara utama Partai Demokrat untuk masalah-masalah internasional, mengemukakan ide membagi Irak menjadi tiga itu dalam artikel opininya di koran New York Times, yang ditulis bersama Leslie Gelb, mantan direktur lembaga berpengaruh Council on Foreign Relations.Argumennya, memecah Irak menjadi tiga itu justru untuk mempertahankan kesatuan Irak. "Justru untuk mencegah Irak pecah. negeri itu harus dibagi tiga. Kelompok Kurdi, Syiah, dan Sunni harus mendapat ruang untuk mengatur urusannya sendiri (otonomi), sementara pemerintah pusat hanya mengurusi kepentingan bersama," papar Biden.Wacana Biden ini sebenarnya sejalan dengan semangat dalam draft konstitusi Irak baru, yang menyerap model otonomi. Namun draft ini kurang bisa diterima pihak Sunni. Mereka keberatan karena daerah-daerah kaya minyak dirancang jatuh ke Kurdi dan Syiah. Menurut wacana versi Biden, kelompok Sunni harus diberi kompensasi uang, supaya mereka yang mendapat daerah kering minyak juga berpeluang bisa sejahtera. Besarnya kompensasi yang diusulkan untuk Sunni, yang jumlah penduduknya mencapai 20 persen, adalah 20 persen dari total pendapatan dari minyak.Biden juga mengkritik Bush sebagai tidak punya strategi jelas menuju kemenangan di Irak. "Bush hanya menunda kekalahan agar bisa ditimpakan kepada penerusnya," tandas Biden.Dia mengusulkan agar Bush menyusun rencana untuk menarik mundur pasukan dari Irak selambatnya pada 2008. "Tapi pasukan AS dalam jumlah kecil perlu menetap, untuk memberantas terorisme dan menjaga keadilan tetangga," demikian Biden.
(es/)











































