Kubah Baru Terbentuk di Merapi
Selasa, 02 Mei 2006 11:10 WIB
Boyolali - Warga lereng Merapi semakin meningkatkan kewaspadaannya. Karena saat ini, aktivitas gunung tersebut semakin menunjukkan indikasi peningkatan. Warga melihat kubah baru di puncak Merapi yang semakin hari semakin meninggi. Warga Dusun Klakah Duwur, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, melihat dengan mata telanjang terbentuknya kubah baru sebagai dampak dorongan magma dari dalam yang semakin kuat. Bahkan dari pengamatan mereka, perkembangan kubah baru di sisi selatan itu semakin naik ke atas. Dusun tersebut hanya berjarak 5 km dari puncak Merapi, sehingga warga setempat dapat melihat dengan jelas kondisi puncak dengan mata telanjang. "Kubah itu semakin hari semakin meninggi. Sejak kemunculannya, warga semakin meningkatkan ronda terutama pada malam hari," ujar Haryono, salah seorang warga Klakah Duwur, Selasa (2/5/2006) pagi. Di tiga Pos Siaga Merapi yang didirikan di dusun tersebut selalu dipenuhi warga yang memang sepakat mengadakan giliran ronda non-stop untuk memantau kondisi di kawasan puncak Merapi. Setiap satu jam, empat orang harus berjaga memantau perkembangan puncak. Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Merapi di Pos Samiran, Selo, Yulianto menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan status Merapi. Hingga pukul 08.00 WIB, status masih Siaga. "Tidak ada peningkatan status menjadi awas," paparnya. Dijelaskan dia, perubahan status Merapi hanya boleh ditetapkan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Sepanjang BPPTK belum mengeluarkan pernyataan resmi, maka semua kabar pengingkatan status hanyalah isu atau bahkan rumor. Menurut dia, kabar-kabar mengejutkan sering dia dengar seiring akitivitas Merapi. Dia menganggap hal seperti itu sebagai gambaran kepanikan atau bahkan tidak jarang sebagai gambaran putus asa atau pun halusinasi dari warga. "Mungkin karena orang-orang sudah jenuh menunggu kapan Merapi meletus," kata dia.
(asy/)











































