ADVERTISEMENT

Karantina Indonesia 14 Hari Dipertimbangkan Gegara Omicron

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 14:44 WIB
Karantina Indonesia 14 hari akan dipertimbangkan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Bagaimana info terbarunya?
Karantina Indonesia 14 Hari Dipertimbangkan Jika Omicron Meluas (Foto: Getty Images/iStockphoto/Teka77)
Jakarta -

Karantina Indonesia 14 hari akan dipertimbangkan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Kebijakan baru ini dikaji oleh pemerintah sebagai bentuk waspada dari Corona varian baru, yakni Omicron.

Jika penyebaran Omicron semakin meluas di Indonesia, maka masa karantina dari luar negeri akan semakin diperpanjang. Simak uraian berikut tentang karantina Indonesia 14 hari.

Karantina Indonesia 14 Hari: Waspada Akan Omicron

Karantina Indonesia 14 hari sedang dipertimbangkan oleh pemerintah. Melansir dari situs Sehat Negeriku Kemenkes, pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam Keterangan Pers Menteri Terkait Evaluasi PPKM pada Senin (20/12).

"Pemerintah mempertimbangkan untuk meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari jika penyebaran varian omicron semakin meluas," ucap Menko Luhut.

Kronologi Penyebaran Omicron di Indonesia

Kasus varian Omicron yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada November lalu, kini dilaporkan telah menyebar ke lebih dari 90 negara termasuk Indonesia. Berikut kronologi masuknya Omicron ke Indonesia.

  • 8 Desember: Sampel ketiga pegawai Rumah Sakit Wisma Atlet diambil secara rutin oleh tim dari Wisma Atlet.
  • 10 Desember: Hasil yang diterima Kemenkes menunjukkan 2 orang positif Corona dan 1 orang positif Corona jenis Omicron.
  • 15 Desember 2021: Omicron menyerang WNI inisial N yang merupakan petugas kebersihan rumah sakit wisma atlet. Kini, ia sudah negatif virus Omicron.
  • 17 Desember 2021: Konfirmasi 2 kasus positif varian Omicron. Dua pasien tersebut berasal dari hasil pemeriksaan 5 kasus probable. Keduanya merupakan WNI yang baru saja kembali dari Inggris dan Amerika Serikat.

Pemerintah Kejar Target Vaksinasi COVID-19

Masuknya varian Omicron membuat kewaspadaan harus ditingkatkan. Kini, pemerintah sedang menggencarkan vaksinasi COVID-19 untuk memenuhi target WHO sebanyak 40% dari jumlah populasi.

Total vaksinasi pertama sudah mencapai 152 juta dosis, sedangkan untuk vaksinasi lengkap sudah mencapai lebih dari 107 juta dosis. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau agar layanan vaksinasi semakin diperluas, sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan dosis vaksin.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mempercepat vaksinasi untuk menghadapi kemungkinan masuknya Omicron ke komunitas lokal. Tolong vaksinasi kita yang paling banyak datang Pfizer dan AstraZeneca, tidak perlu pilih jenis vaksin, sebaiknya gunakan saja yang ada," ungkap Menkes.

Sebaran Kasus Omicron di Luar Negeri

Karantina 14 hari merupakan pertimbangan pemerintah dalam kewaspadaan menghadapi Omicron. Kasus Omicron di seluruh dunia mengalami kenaikan yang signifikan dalam waktu 2 minggu.

"Dua minggu lalu ada sekitar 7900 kasus Omicron di seluruh dunia, dalam waktu seminggu naik jadi 62.342 kasus, artinya ada kenaikan lebih dari 8 kali lipat dalam waktu seminggu di dunia," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Penambahan kasus Omicron terbanyak terjadi di Eropa. Berikut rinciannya.

  • Inggris: 37 ribu kasus Omicron
  • Denmark: 15 ribu kasus Omicron
  • Norwegia: 3 ribu kasus Omicron
  • Afrika Selatan: 1300 kasus Omicron
  • Amerika Serikat: 1000 kasus Omicron

Selain karantina Indonesia 14 hari, pemerintah juga siaga hadapi varian Omicron. Simak informasi lengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT