Diaspora Swiss Manfaatkan Peluang Bisnis dari Perjanjian RI-EFTA CEPA

Nada Zeitalini - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 11:24 WIB
Kemlu
Foto: Dok. Kemlu
Jakarta -

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern di Swiss mengadakan business gathering dengan komunitas diaspora Indonesia di Swiss pada Jumat (17/12). Kegiatan tersebut diadakan di salah satu restoran milik diaspora Indonesia yakni 'Restoran Dapur Mia'.

Kegiatan pada pertemuan tersebut adalah seserahan yang dilanjutkan dengan diskusi terkait bisnis di Swiss. Salah satunya adalah pemanfaatan perjanjian Indonesia-EFTA CEPA setelah entry into force pada 1 November 2021.

Business Gathering itu pun dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Hadad, serta Atase Perdagangan RI. Sedangkan para partisipan dari komunitas diaspora Indonesia yang hadir dari berbagai latar serta minat bisnis, seperti bisnis restoran, kopi, produk halal, salon serta bidang bisnis lainnya.

"Komunitas diaspora bisnis Indonesia di Swiss perlu memahami pengaturan-pengaturan teknis yang diperlukan untuk melakukan ekspor dan impor. Bimbingan teknis oleh lembaga terkait sangat diperlukan, termasuk penyediaan informasi pasar yang diperlukan. KBRI Bern akan terus melengkapi info yang diperlukan sehingga para diaspora bisnis Indonesia-Swiss dapat memanfaatkan perjanjian Indonesia-EFTA CEPA yang sudah mulai berlaku sejak 1 November 2021" ujar Muliaman Hadad dalam keterangan tertulis, Selasa (21/12/2021).

Dalam pertemuan itu juga diinformasikan mengenai perkembangan kebijakan ekspor dan impor Indonesia. Sebagaimana yang sudah tercantum melalui Permendag Nomor 19 tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan ekspor dan Permendag Nomor 20 tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Atase Perdagangan RI juga menjelaskan pemanfaatan Indonesia-EFTA CEPA dalam hal preferensi tarif untuk produk Indonesia, termasuk Rules of Origins, alur pendaftaran Eksportir Teregistrasi (ER) dan Deklarasi Asal Barang (DAB) melalui sistem elektronik SKA.

Beberapa diaspora Indonesia yang juga pebisnis di Swiss itu pun menceritakan tantangannya, salah satunya terkait impor dari Indonesia. Misalnya Merlyn yang merupakan pebisnis kopu di Swiss. Merlyn mengatakan sebelumnya ia impor kopi Indonesia dari negara tetangga.

Hal serupa juga disampaikan oleh Iketi yang merupakan pemilik salon di Swiss. Iketi mengatakan bahwa selama ini ia selalu impor produk kosmetik yang berbahan alami dari Indonesia, namun ada tantangan dari sisi eksportir Indonesia. Sementara produk kosmetik alami tersebut sangat diminati oleh pelanggan salonnya.

Pegiat restoran Indonesia di Swiss, Mia Schreiber dan Eric Schreiber juga ikut menceritakan tantangan berbisnis di tengah pandemi. Hingga saat ini bisnis restorannya tetap berjalan dan ramai pengunjung. Restorannya juga menyajikan menu kopi khas Indonesia yang disukai para pengunjung restorannya.

Menanggapi tantangan para pebisnis Indonesia di Swiss, dengan berlakunya Indonesia-EFTA CEPA maka memberi kesempatan luas kepada diaspora untuk melakukan impor-ekspor. Penyelenggaraan business gathering tersebut memang bertujuan dapat membantu para pebisnis dan stakeholders menciptakan dan meningkatkan kegiatan bisnis Indonesia-Swiss.

Terutama meningkatkan ekspor Indonesia ke Swiss yang juga untuk membangun business networking. Serta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ekspor-impor dan membuat neraca perdagangan Indonesia-Swiss terus meningkat.

(akn/ega)