Keluarga: Tak Ada Luka Tembak dan Bom di Tubuh Jabir

Keluarga: Tak Ada Luka Tembak dan Bom di Tubuh Jabir

- detikNews
Selasa, 02 Mei 2006 06:10 WIB
Semarang - Jabir alias Gempur Budi Angkoro dinyatakan oleh polisi tewas tertembak dan terkena bom dalam penggerebekan di Desa Binangun, Kecamatan Kretek, Wonosobo, Jateng. Namun keluarga Jabir membantah itu semua."Tak ada luka tembak atau ledakan bom di sekujur tubuhnya. Beberapa bagian tubuh hanya ada luka memar dan bekas jahitan," kata ayah Jabir, Rusman (61) kepada detikcom sesaat setelah meinggalkan RS Bhayangkara Semarang, Jalan Majapahit, Senin (1/5/2006) tengah malam.Rusman yang berbicara melalui ponsel salah satu kuasa hukumnya ini merinci, pada bagian dahi terdapat luka memar seperti dipukul, dada kiri ada bintik-bintik merah seperti orang terciprat darah, dan pada bagian dada terdapat jahitan mulai leher hingga perut.Lelaki berputra empat anak ini yakin bahwa tak ada luka tembak di tubuh jenasah Jabir. Jenasah Jabir sangat bersih. Pada saat melihat jenazah di ruang otopsi RS Bhayangkara Semarang, ia bersama saudara sepupu Jabir, Ahmad. Polisi MengecewakanSalah satu kuasa hukum keluarga Jabir, Endro Sudarsono mengaku kecewa dengan perlakuan polisi yang tidak mengizinkannya ikut melihat jenazah Jabir. "Pada awalnya, yang boleh melihat hanya ayah Jabir. Tapi setelah didesak, sepupu Jabir dipersilahkan masuk," kata Kurniawan.Ketika ditanya langkah apa yang hendak diambil, Endro belum memikirkannya. Pasalnya, pihaknya harus berbicara dulu dengan keluarga sambil menunggu hasil tes DNA.Endro yang juga Humas MMI Solo ini mengemukakan, dalam penanganan tindak pidana terorisme, polisi seharusnya tidak main tembak. "Jabir itu kan belum tentu teroris. Selama belum divonis pengadilan, ia bukan teroris," tegasnya.Endro menyatakan, pihaknya lebih setuju jika orang-orang yang diduga teroris ditangkap hidup-hidup. Paling tidak, mereka tidak langsung ditembak atau dibom. Dengan demikian, dugaan itu dapat dibuktikan secara hukum. "Polisi kan bisa menggunakan gas air mata, atau alat lain yang tidak mematikan. Itu lebih baik dari pada harus bersusah payah baku tembak yang bisa mengakibatkan korban jiwa di dua pihak," tukas Endro. (mar/)


Berita Terkait