MA: Status Anak Nikita Mirzani-Dipo Latief Harus Dibuktikan Lewat Tes DNA

Andi Saputra - detikNews
Senin, 20 Des 2021 15:29 WIB
Nikita Mirzani tak kaget dengan perceraian Wulan Guritno
Nikita Mirzani (Hanif/detikHOT)
Jakarta -

Rumah tangga artis Nikita Mirzani-Dipo Latief memasuki babak baru. Sebab, Mahkamah Agung (MA) memutuskan status anak Nikita Mirzani-Dipo Latief harus dibuktikan lewat tes DNA. Oleh sebab itu, MA memerintahkan Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel) menyidangkan ulang kasus itu.

Kasus bermula saat Nikita Mirzani dinikahi oleh Dipo Latief di sebuah rumah di Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan, pada 18 Februari 2018. Pernikahan itu dilakukan secara siri sehingga tidak dicatatkan ke KUA. Status Nikita adalah janda, sedangkan Dipo adalah duda.

Wali nikah siri itu adalah kakak Nikita, Edwin Agustinus Ray, dengan mas kawin 10 gram serta disaksikan 5 orang saksi. Secara hukum Islam, pernikahan itu telah terpenuhi.

Rumah tangga itu awalnya harmonis, namun belakangan terjadi pertengkaran. Puncaknya Dipo menjatuhkan talak pada 5 Juli 2018. Talak dijatuhkan lewat voice note WhatsApp.

Tak berselang lama, atau tepatnya pada 16 Juli 2018, Nikita Mirzani memasukkan permohonan itsbat nikah (pencatatan nikah secara negara) ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel). Namun, dalam permohonan itu, Nikita juga serta-merta mengajukan gugatan cerai.

Saat proses cerai itu, Nikita Mirzani hamil dan melahirkan anak. Nikita mengaku itu adalah anak dari Dipo Latief. Sedangkan Dipo Latief menyatakan perlu tes DNA untuk membuktikannya.

Nah, dalam permohonan cerai itu, Nikita Mirzani mengajukan sejumlah permintaan kepada Dipo Latief, yaitu:

1. Nafkah Rp 50 juta per bulan sejak Agustus 2018 hingga melahirkan.
2. Biaya perawatan kesehatan selama masa kehamilan Rp 50 juta/bulan hingga melahirkan.
3. Biaya persalinan Rp 200 juta.
4. Biaya perawatan anak Rp 50 juta per bulan hingga anak dewasa, dengan kenaikan 10 persen setiap tahunnya.

Akhirnya PA Jaksel mengabulkan permohonan Nikita pada 30 September 2019. PA Jaksel memutuskan:

1. Menetapkan sah perkawinan Nikita Mirzani-Dipo Latief yang dilaksanakan pada 18 Februari 2018.
2. Menjatuhkan talak satu ba'in sughra Tergugat (Dipo) terhadap Penggugat (Nikita).
3. Biaya perawatan kesehatan selama kehamilan Nikita Rp 50 juta.
4. Biaya persalinan Rp 70 juta.
5. Biaya pemeliharaan dan pengurusan anak/biaya Hadhonah anak yang setiap bulan sekurang-kurangnya sebesar Rp 10 juta sampai anak tersebut dewasa dan mandiri di luar biaya pendidikan dan kesehatan dengan kenaikan 10 persen setiap tahunnya, yang diterimakan melalui Penggugat.

Putusan itu dikuatkan di tingkat banding dan kasasi. Dipo Latief tidak tinggal diam dan mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK).

"Amar Putusan MA. Mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon PK. Menjatuhkan talak satu bain shughra Tergugat kepada Penggugat. Menyatakan gugatan tentang anak tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard)," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, kepada detikcom, Senin (20/12/2021).

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Amran Suaidi dengan anggota Edi Riadi dan Purwosusilo. Putusan itu diketok pada 14 Desember 2021. MA menyatakan gugatan tentang anak (biaya persalinan dan biaya pengurusan) tidak diterima karena belum dilakukan tes DNA. Apakah benar anak itu adalah hasil hubungan Nikita Mirzani-Dipo Latief, atau bukan.

"Bahwa dalam memori PK, Pemohon PK meminta tes DNA terhadap anak Termohon PK yang diklaim sebagai anak dari Pemohon PK, di mana Pemohon PK keberatan atas klaim tersebut," kata Andi yang juga Wakil Ketua MA bidang Yudisial itu.

"Sehingga dikarenakan pada tingkat judex facti belum dilakukan tes DNA sehingga perlu diulang kembali untuk dilakukan tes DNA. Di mana Pemohon PK sejak awal menolak mengakui sebagai ayah atas anak yang dikaitkan dalam Replik Termohon PK dan dalam kesimpulan meminta dilakukan tes DNA tapi tidak dilakukan oleh judex facti untuk meminta kepada pihak berkompeten melakukan tes DNA tersebut, maka mengenai permohonan tentang pengakuan anak dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard)," pungkas Andi.

Lihat juga Video: Nikita Mirzani Sambangi Polres Jaksel, Ada Apa?

[Gambas:Video 20detik]

(asp/isa)