Sandiaga Dorong Ulama-Tokoh Agama Kembangkan Fintech Syariah

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 19:15 WIB
Sandiaga Uno
Foto: MUI
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) membuka Seminar Muzakarah Hybrid dengan tema 'Ketahanan Keuangan Rumah Tangga di Masa Pandemi dan Fenomena Perkembangan Fintech serta Peluang dan Tantangannya'. Dalam acara tersebut dia mendorong umat muslim untuk melakukan matchmaking berbasis silaturahim dengan tetap menghadirkan Islam yang rahmatan lil Alamin.

Sandiaga pun memberikan tips 3G untuk keluar dari krisis ekonomi yang saat ini sedang melanda kehidupan keluarga. Pertama, gerak cepat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Kedua, gerak bersama (berjamaah) demi hasil yang lebih besar dan luas.

"Dan ketiga gaspol potensi ekonomi dan kewirausahaan melalui media online sebagai adaptasi dan akselerasi karena situasi pandemi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/12/2021).

Lebih lanjut, Sandiaga juga meminta umat Islam, terutama para ulama dan tokoh agama untuk membuat lebih banyak fintech syariah. Hal itu sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tidak terjebak pinjaman online yang ilegal, karena sangat merugikan.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Timur, Dr. KH. Didi Supandi sepakat yang disampaikan oleh Sandiaga. Menurutnya hal tersebut akan menjadi bekal dalam mendukung dan mendorong ekonomi kreatif dan syariah khususnya di kalangan umkm.

Dikatakan Didi, kegiatan seminar bertujuan untuk menyelesaikan masalah ekonomi bagi masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia. Acara tersebut digelar di Jakarta Islamic Center, pada Sabtu (18/12) kemarin. Serta diikuti oleh 200 peserta secara offline yang terdiri dari ulama, kyai, habaib, tokoh masyarakat. Sementara sisanya hadir secara virtual.

"Kegiatan seminar muzakarah hybrid kali ini merupakan bagian dari kegiatan MUI Jakarta Timur untuk berkiprah lebih luas lagi khususnya di bidang ekonomi secara offline dan online dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital di era revolusi industri 4.0 sehingga hasilnya lebih maksimal dan lebih dirasakan oleh umat," terangnya.

Selain itu, Didi menyebut pihaknya juga telah menggagas Rumah Digital MUI Jaktim. Serta komunitas Generasi Milenial MUI jaktim atau GM MUI yang dibentuk di tingkat kota dan kecamatan se-Jakarta Timur. Diharapkan komunitas tersebut dapat menjadi penghubung antara generasi tua dan muda dalam rangka membangun kekuatan umat. Karena menurutnya, perlu kesempatan untuk kaum milenial bisa mengaktualisasi dan mengembangkan potensi mereka dengan lebih baik lagi, salah satunya bersama MUI Jakarta Timur.

(ega/ega)