ADVERTISEMENT

Forum Ijtima Ulama Tepis Isu Rekayasa Dukung Sandiaga Nyapres

Dea Duta Aulia - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 18:48 WIB
Sandiaga Uno masuk radar capres potensial pada Pilpres 2024. Temuan survei yang dilakukan Arus Survei Indonesia (ASI) pada 1-7 Mei 2021 menunjukkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu menempati posisi capres paling potensial dari klaster menteri.
Foto: dok. ASI
Jakarta -

Forum Ijtima Ulama dan Pemuda lslam Indonesia mendukung Sandiaga Uno menjadi Calon Presiden (Capres) 2024 murni karena aspirasi keumatan dan bukan rekayasa. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Forum Ijtima Ulama dan Pemuda lslam Indonesia, Arif Fahrudin.

Arif Fahrudin mengatakan, para ulama dan pemuda Islam sudah biasa dalam membicarakan berbagai hal kebangsaan. Salah satunya terkait dukungan Ijtima Ulama untuk Sandiaga Uno, yang merupakan pandangan terbaik.

"Saya tidak paham dengan pernyataan rekayasa. Ini benar-benar aspirasi keumatan pimpinan para ulama, kyai, dan pemuda Islam bahwa sosok Sandiaga adalah pemimpin yang pas di masa mendatang," kata Arif Fahrudin dalam keterangan tertulis, Minggu (19/12/2021).

Ia menambahkan, ada beberapa poin yang menjadi bahan pertimbangan untuk mendukung Sandiaga Uno menjadi Capres 2024. Adapun hal yang menjadi pertimbangan yakni sosok Sandiaga Uno yang dinilai bijaksana dan milenial, tidak memiliki masalah keagamaan, terbuka dengan para ulama dan santi, serta dinilai memiliki pengalaman politik yang cukup.

"Sandiaga selama ini terbuka dengan para ulama dan santri. Programnya pun menyasar para santri. Itu yang membuat ulama dan pemuda islam menilai Sandiaga bisa diterima semua kalangan," jelasnya.

Meskipun saat ini aspirasi ulama untuk mendukung Sandiaga baru dilaksanakan di DKI Jakarta dan Jawa Barat saja. Namun, kedepan, Arif yakin aspirasi tersebut bisa berkembang ke seluruh Indonesia.

"Barangkali animo dan kontribusi pemikiran kyai serta pemuda Islam bisa saja se-Indonesia. Kita lihat saja perkembangan aspirasinya," tutupnya.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT