Survei KedaiKOPI: Responden Pilih Capres karena Sosok, Bukan Parpol Pengusung

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 17:56 WIB
KPU Kota Jakarta Pusat menggelar simulasi pencoblosan dan penghitungan surat suara. Simulasi tersebut diselenggarakan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.
Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis survei mengenai figur utama dalam memilih calon presiden dan wakil presiden. Dari 1.200 responden yang disurvei, mayoritas dari mereka memilih berdasarkan nama paslon bukan melihat partai politik pengusungnya.

Survei ini digelar selama periode 16-24 November 2021 dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17-65 tahun. Adapun metode survei menggunakan face to face interview (home visit) dengan error sampling ± 2,83% dan tingkat kepercayaan 95%.

KedaiKOPI mulanya memberikan pertanyaan kepada responden 'Saat pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, figur siapa yang anda jadikan alasan utama dalam memilih'. Hasilnya, Sebanyak 54,5% memilih karena faktor kandidat paslon capres-cawapres. Sedangkan 43,4% responden memilih karena calon presiden.

Hanya 2,1% yang memilih paslon karena calon wakil presiden.

"Yang milih dua-duanya ada 54,5% sedangkan yang memilih cawapres hanya 2,1%. Jadi terlihat faktor calon presiden masih dominan untuk mempengaruhi orang memilih," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi, Minggu (19/12/2021).

Setelahnya, KedaiKOPI kembali memberikan pertanyaan kepada responden 'Saat pemilihan presiden dan wakil presiden, faktor apa yang anda jadikan alasan utama dalam memilih?'. Survei menunjukkan, 89,7% responden memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden karena faktor orangnya. Sedangkan 10,3% lainnya memilih paslon karena faktor partai politik pengusungnya.

"Sebenarnya pemilih lebih melihat orang daripada partai pendukungnya," jelas Adi.

Kriteria Capres Idaman

Lembaga Survei KedaiKOPI juga merilis hasil survei terkait sosok calon presiden yang diinginkan masyarakat. Hasilnya, mayoritas responden menginginkan presiden yang merakyat berdasarkan survei terbuka dan cerdas berdasarkan survei tertutup.

Berikut rinciannya:

1. Merakyat: 26,6%
2. Tegas: 20,3%
3. Jujur: 14,2%
4. Pintar/cerdas: 9,5%
5. Antikorupsi: 4,7%
6. Adil: 3,4%
7. Amanah: 3,1%
8. Bertanggung-jawab: 2,4%
9. Kharismatik/berwibawa: 2,3%
10. Sederhana: 2,3%
Lainnya: 8,0%
Tidak tahu: 3,2%

Sedangkan merujuk survei dengan pertanyaan tertutup, 98,4% responden menginginkan calon presiden yang cerdas dan 98,0% capres visioner. Kriteria merakyat berada di urutan ketiga sebanyak 97,9%. Berikut rinciannya:

1. Cerdas: 98,4%
2. Visioner: 98,0%
3. Merakyat: 97,9%
4. Tegas: 97,2%
5. Berwibawa: 96,7%
6. Berpengalaman: 96,5%
7. Sederhana: 95,1%
8. Tenang: 94,8%
9. Berlatar belakang militer/purnawirawan militer: 77,7%
10. Keibuan: 51,2%

(taa/imk)