ADVERTISEMENT

Pemkab Mandailing Natal Bangun Posko Banjir-Longsor

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 17:03 WIB
Banjir di Mandailing Natal (Antara)
Banjir di Mandailing Natal (Antara)
Mandailing Natal -

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, terus melakukan upaya yang terbaik kepada warga terdampak banjir. Pemkab pun mendirikan posko penanganan banjir di sejumlah daerah di Madina.

"Ada di 7 kecamatan. Posko utama di Panyabungan," kata Kadis Kominfo Mandailing Natal Sahnan Pasaribu saat dimintai konfirmasi, Minggu (19/12/2021).

Sahnan tidak mengutarakan secara detail berapa jumlah posko yang didirikan di 7 kecamatan itu. Dia mengatakan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Kalau korban meninggal tidak ada. Yang sakit juga sampai saat ini ada sih yang demam-demam kecil sudah kita tangani oleh puskesmas setempat . Tim medis juga ada di lapangan," ucap Sahnan.

Sebelumnya, ada 16 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, diterjang banjir serta longsor. Empat desa di antaranya dilaporkan masih terisolasi.

Kadis Kominfo Madina Sahnan Pasaribu mengatakan banjir dan longsor terjadi akibat hujan deras mengguyur kawasan Madina dua hari sebelumnya. Akibatnya, 16 kecamatan mengalami banjir dan longsor.

"16 kecamatan kita terlanda, meliputi 74 desa, sebagian besarnya itu ada banjir, sebagiannya lagi ada longsoran sehingga memutus akses kawasan pantai barat. Kita nggak bisa lalui karena genangan air yang tinggi di perbatasan Sumatera Barat dengan kita di Kecamatan Ranto Baek, dari sana kita nggak bisa masuk," kata Sahnan, Minggu (19/12).

Sahnan menuturkan dari arah ibu kota Madina menuju pantai barat juga terdapat puluhan titik longsor. Lalu, ke arah Natal juga petugas diketahui belum bisa masuk karena ada genangan di beberapa desa.

"Dari arah ibu kota menuju ke pantai barat juga ada puluhan titik longsoran. Tapi ini sudah dari kemarin kita bersihkan, pas kita bersihkan turun lagi, turun lagi dan ke arah Natal itu kita nggak bisa masuk, karena masih ada genangan di beberapa desa," ujar Sahnan.

"Kemudian dari arah Tapanuli Selatan juga kita nggak bisa masuk, dari Batangtoru," sebut Sahnan.

Sahnan mengatakan masih ada empat desa di Kecamatan Muara Batang Gadis yang terisolasi. Ada sedikitnya dua ribu lebih masyarakat yang berdiam di sana.

"Jadi masih ada desa yang masih belum bisa kita masukin, terutama di Muara Batang Gadis. Terisolir, ada empat desa di sana. 2.400-anlah warganya di situ terisolir," ujar Sahnan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT