Rp 255 Miliar Untuk Ujian Nasional

Rp 255 Miliar Untuk Ujian Nasional

- detikNews
Selasa, 02 Mei 2006 04:24 WIB
Jakarta - Tak sedikit uang yang dikeluarkan pemerintah untuk menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) 2006. Rp 255 Miliar akan dikucurkan untuk UN yang berlangsung pertengahan Mei 2006.Demikian disampaikan Mendiknas Bambang Sudibyo dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (1/5/2006).Menurut Bambang, Rp 238 miliar dialokasikan untuk Daerah guna mencetak soal dan distribusi pelaksanaan UN. Rp 10 miliar diberikan pada Pusat untuk mencetak hasil UN dan ijasah. Sisanya, Rp 7 miliar untuk keperluan tim pemantau independen."Para pemantau independen ini terdiri dari berbagai kalangan praktisi pendidikan yang tidak ada hubungannya dengan sekolah bersangkutan, seperti mahasiswa dan dosen," kata Bambang.Mengenai perekrutannya, akan dilakukan di daerah-daerah sebagai panitia pelaksana UN daerah. Pemantau independen ini akan melakukan pemantauan berkeliling di 6 hingga 10 sekolah selama waktu UN berlangsung.Mendiknas juga mengatakan UN akan dilaksanakan secara serentak pada akhir Mei 2006. Termasuk daerah rawan bencana dan konflik. Dicontohkannya daerah di seputaran Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta." Ada tim yang turun untuk memastikan UN bisa berlangsung. Kalau, ada halangan maka akan dilakukan ujian susulan khusus," kata Bambang.Panitia ujian dengan bantuan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan mengarahkan lokasi UN peserta didik yang gedung sekolahnya rusak atau hancur.Agar siswa sekolah menengah dapat lulus UN, maka kata Bambang, nilainya harus lebih dari 4,25 untuk masing-masing mata pelajaran yang diujikan. Sedangkan milai rata-rata UN secara keseluruhan lebih dari 4,50.Ditambahkan Bambang, ada lima kelompok mata pelajaran yangdinilai dalam ujian sekolah dan ikut menentukan kelulusan siswa.Pelajaran itu adalah pendidikan agama dan akhlak mulia, budi pekerti yang luhur dan kepribadian yang unggul, estetika, dan olahraga.Apabila siswa gagal salah satu dari lima kelompok mata pelajaran itu, maka dia tidak lulus meskipun lulus UN. "Masalah moral harus mendapatkan perhatian serius masyarakat. Jadi pendidikan menjadi sangat terkait. Lima kelompok mata pelajaran itu sama pentingnya dengan Iptek," imbuh Bambang. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads