Pidato Ketua DPR Soal Kerusuhan Tuban Diprotes
Senin, 01 Mei 2006 18:08 WIB
Jakarta - Pidato pembukaan masa sidang ke IV Ketua DPR Agung Laksono terkait kerusuhan di Tuban mendapatkan protes dari anggota DPR. Agung dinilai tidak melihat fakta sesungguhnya dan hanya menyalahkan satu kelompok saja.Dalam pidatonya di Nusantara II Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/5/2006), Agung menilai kerusuhan terjadi karena adanya sikap tidak siap menerima hasil pilkada. Dia meminta aparat kepolisian menindak tegas perusuh atau provokator melalui jalur hukum.Mendengar pidato tersebut, anggota DPR dari FPDIP Permadi melakukan interupsi. Dia menuding Agung tidak mengerti kondisi sesungguhnya di Tuban. Pernyataan Agung tidak didasarkan pada data yang akurat dan fakta di lapangan. Karenanya Agung harus mengoreksi pidatonya tersebut."Ini bukan persoalan menang atau kalah. Karena demokrasi sudah mati di Tuban. Lurah dan camat dijadikan alat oleh bupati. Masyarakat sudah protes tapi tidak ditanggapi," ujar anggota DPR asal daerah pemilihan Tuban ini dalam interupsinya.Permadi meminta jangan hanya rakyat yang disalahkan, tetapi juga harus dilihat penyebab kekecewaan dan kerusuhan di Tuban.Protes yang sama diungkapkan anggota FKB DPR yang juga dari daerah pemilihan Tuban Anna Muawwanah. Menurutnya pidato Agung tidak relevan karena hanya menyudutkan para perusuh. Padahal kerusuhan diprovokasi oleh tindakan tidak adil yang dilakukan oleh bupati terpilih."Penyebab provokasi juga harus ditindak," tegas Anna.Ditambahkannya, bupati Tuban terpilih telah memanfaatkan PNS untuk kemenangannya. Kampanye dalam pilkada juga menggunakan fasilitas negara.Untuk itu Anna meminta agar hasil pilkada di Tuban digugurkan. Dia pun menantang Agung turun langsung ke Tuban.Menanggapi interupsi tersebut, Agung menyatakan akan memperbaiki redaksi pidatonya. Dia juga meminta semua yang terkait kerusuhan di periksa.Agung membantah menyalahkan kelompok tertentu terkait kerusuhan tersebut. "Tidak ada menyalahkan. Ya, nanti kita akan perbarui redaksinya," tandasnya.Tuban berkobar pada Sabtu 29 April. Kantor KPUD, Pendopo Bupati Tuban, rumah dinas bupati, Hotel Mustika, 2 rumah pribadi, dan belasan kendaraan dibakar massa pendukung calon bupati yang kalah, pasangan Noor Nahar Hoesin-Go Tjong Ping (Nonstop). Pasangan yang diusung PDIP dan PKB ini kalah dari pasangan Haeny Relawati-Rini Widyastuti yang dijagokan Partai Golkar.
(bal/)











































