Kalla Tak Setuju 1 Mei Libur
Senin, 01 Mei 2006 17:45 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla tidak setuju pada permintaan buruh agar 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional. Apa alasannya?"Di Indonesia begitu banyak profesi. Ada buruh, tani, nelayan, tentara, guru, wartawan dan lain-lain. Bisa ratusan profesi. Kalo tiap profesi minta libur, nanti kita tidak bekerja kan?" ujar Kalla menjawab pertanyaan wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2006). "Kalau kita setuju buruh libur, bagaimana petani, nelayan, ibu-ibu nanti? Karena itu kita tidak jadikan hari libur," imbuh pria berkumis tipis ini.Kalla menegaskan, hari libur nasional kita tetap berdasarkan pada hari nasional, yaitu 17 Agustus, 1 Januari dan 12 hari besar agama. Dia menjelaskan, di negara sosialis dan komunis, dari dulu sampai sekarang tidak ada agama. "Jadi ya tidak ada lebarannya. Maka yang dipakai lebaran di ntaranya adalah 1 Mei. Di Cina dan Rusia sekarang libur seminggu. seperti kita lebaran toh? Jadi kultur kita udah beda," begitu argumen Kalla.
(nrl/)











































