8 Orang Utan Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan di Hutan Kalteng

Dea Duta Aulia - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 19:37 WIB
Orang Utan Hasil Rehabilitasi
Foto: KLHK
Jakarta -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dan mitra Yayasan Borneo Orang Utan Survival (BOS) melepasliarkan 8 orang Utan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng ke kawasan TNBBBR, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa (14/12) lalu.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, KLHK, Wiratno menjelaskan, 8 orang utan ini terdiri dari 4 jantan dan 4 betina.

"Orang Utan merupakan salah satu flagship species yang terus menjadi prioritas Kementerian LHK melalui berbagai upaya konservasi agar keberadaannya di alam tetap terjaga dan berkembang biak dengan baik," kata Wiratno dalam keterangan tertulis, Jumat (17/12/2021).

Ia menjelaskan, pelepasliaran orang utan hasil proses rehabilitasi ini adalah wujud upaya perlindungan dan pelestarian orang utan di Kalimantan.

Wiratno menambahkan, keberadaan orang utan yang berhasil berkembang biak menjadi salah satu indikator kondisi hutan yang masih baik, tidak hanya untuk orang utan tapi juga satwa-satwa lainnya.

"Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan satwa yang dilindungi Undang-undang dan masuk dalam redlist IUCN dengan status Critically endangered/Kritis," jelasnya.

Ia juga menerangkan, sebagai satwa yang dilindungi, kelestarian mereka perlu didukung oleh semua pihak tak terkecuali keterlibatan masyarakat dalam menjaga hewan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat di sekitar lokasi pelepasliaran sangat penting. Dengan adanya peran dari masyarakat setempat maka pemantauan orang utan akan semakin mudah dan keberlangsungan hidup mereka juga lebih terjamin.

"Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak khususnya Yayasan Borneo Orangutan Survival yang secara bersama-sama dengan Kementerian LHK melakukan upaya pelestarian orangutan melalui kegiatan pelepasliaran ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Nur Patria Kurniawan mengatakan, 8 orang utan tersebut berasal dari hasil rescue. Di mana seluruhnya telah melewati masa rehabilitasi antara 5 hingga 15 tahun. Setelah itu, jika dinyatakan sehat orang utan tersebut baru bisa dilepaskan di alam liar.

"Pelepasliaran orang utan adalah salah satu tahap dalam sebuah proses panjang yang mencakup penyelamatan satwa, dilanjutkan dengan rehabilitasi, pelepasliaran, dan pemantauan teratur untuk memastikan satwa dapat hidup dan berkembang biak di habitatnya," kata Nur.

Sebagai informasi, sampai saat ini Balai TNBBBR bersama BKSDA Kalimantan Tengah dan mitra Yayasan BOS telah melepasliarkan 186 orangutan sejak tahun 2016, termasuk yang akan dilepasliarkan hari ini.

Sedangkan total orang utan yang dilepasliarkan sejak tahun 2016 di seluruh kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat bersama mitra terkait lainnya adalah sebanyak 246 individu.

(ncm/ega)