May Day Dekat Galungan, Buruh Bali Batal Demo
Senin, 01 Mei 2006 16:57 WIB
Denpasar - Buruh di Bali batal menggelar unjuk rasa untuk memperingati hari buruh internasional. Sebab, hari buruh ini berdekatan dengan hari raya besar agama Hindu, Galungan yang jatuh pada Rabu (3/05/2006). "Semestinya kami hari ini menggelar aksi May Day, tetapi tidak dilaksanakan karena ada hari raya Galungan," kata Ketua Serikat Pekerja Mandiri Bali Ketut Layar Priyatna kepada wartawan di PN Denpasar Bali, Jl. Sudirman, Denpasar, Senin (1/05/2006). Priyatna berjanji buruh Bali akan menggelar aksi dengan tuntutan yang sama, yaitu menolak revisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada tanggal 20 Mei 2006 mendatang. Aksi unjuk rasa buruh juga tidak terjadi di kabupaten/Kota di Bali. Sebab, menurut Priyatna, pihaknya telah menginstruksikan anggotanya untuk tidak menggelar unjuk rasa. Meskipun buruh Bali tidak berunjuk rasa, namun sebanyak 25 mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Buruh Bali Menggugat berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Bali, Jl. Basuki Rahmat, Denpasar. Mereka berunjuk rasa dengan membawa poster dan spanduk. Poster tersebut bertuliskan 'jaminan perlidungan kerja, nasionalisasi industri pertambangan, tolak buruh kontrak, buruh bukan sapi perahan, dan berikan kami upah yang layak.' Mahasiswa juga berorasi dan bernyanyi menentang kebijakan pemerintah yang merugikan buruh. Meskipun aksi ini dilakukan oleh segelintir orang dibandingkan dengan aksi buruh di daerah lain, namun tetap mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan.
(asy/)











































