Nyanyikan Internasionale, Buruh di Makassar Berdoa untuk Pram
Senin, 01 Mei 2006 16:44 WIB
Makassar -
Bukan hanya para penulis dan seniman saja yang berduka atas meninggalnya sastrawan Pramoedya Ananta Toer (Pram). Seribuan buruh di Makassar yang merayakan hari buruh di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) pun berdoa bersama untuk sastrawan yang pernah dipenjara pada zaman Orde Baru ini. "Kemarin, Pramoedya meninggal dunia. Satu lagi, orang besar di negeri ini dipanggil oleh Yang Kuasa. Mari kita berdoa untuk Pram," ajak salah seorang buruh ketika berorasi, yang diikuti oleh massa buruh dengan menundukkan kepala. Usai berdoa, sekitar seribuan buruh yang memadati halaman kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, secara bersama-sama menyanyikan lagu "Internasionale". "Pram kini telah meninggal. Tapi semangat perlawanan Pramoedya terhadap penindasan dan ketidakadilan harus tetap kita lanjutkan," tuturnya usai bernyanyi. Ribuan buruh yang memperingati hari buruh ini, sebagian besar adalah buruh yang bekerja di beberapa perusahaan yang berada di Kawasan Industri Makassar. Rencananya, para buruh akan menginap di kantor Gubernur Sulsel.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































