Pedagang Minuman Sumringah Dapat Untung 2 Kali Lipat
Senin, 01 Mei 2006 16:25 WIB
Jakarta - Tidak hanya pemulung yang 'berpesta pora' begitu demo berakhir. Para pedagang minuman pun tidak kalah girangnya. Untung yang diraup mereka bisa dua kali lipat lebih. Bahkan pengojek pun hari ini memilih dagang minuman ketimbang mengojek. Tumini (35), pedagang minuman yang biasa mangkal di halte Gedung MPR/DPR, misalnya. Dia tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya jika mengingat-ingat keuntungan yang diraihnya pada peringatan May Day, Senin (1/5/2006) ini."Biasanya saya dapat untung Rp 30 ribu sehari, tapi hari ini dapat dua kali lebih dari biasanya," katanya kepada detikcom sambil tertawa girang.Kegembiraan yang sama dirasakan Rudi. Rudi yang sehari-harinya berprofesi sebagai pengojek, hari ini memilih berjualan minuman ringan. Dia mengaku meraup untung Rp 100 ribu dari hasil jualannya itu. "Tapi keuntungan ini harus dibagi tiga, karena saya patungan beli minuman dengan dua orang teman saya lainnya," ungkap dia.Tidak hanya Tumini dan Rudi yang merasakan kegembiraan, Ana pun demikian. Ana yang berprofesi sebagai pemulung mengaku menurunkan seluruh anggota keluarganya ke jalan untuk memunguti kertas koran, kardus, gelas dan botol bekas minuman. Bersama suami dan empat anaknya dia mengaku sudah mengumpulkan cukup banyak benda-benda yang berserakan di sepanjang jalan depan gedung MPR/DPR itu. "Ya diitung-itung kira-kira saya bisa dapat Rp 50 ribu, senang banget ada begini (demo)," ujarnya sambil tersenyum lebar.Sisa-sisa sampah yang tidak sempat dipunguti pemulung, saat ini sudah dibersihkan petugas Dinas Kebersihan Jakarta Pusat. Sampah yang dikumpulkan mencapai satu truk lebih. Dari dua truk sampah yang disediakan, satu truk tampak sudah membeludak dipenuhi sampah. Saat ini arus lalu lintas juga sudah kembali normal dan lancar.
(umi/)











































