Turut Amankan Demo Buruh, Tentara Gadungan Dibekuk

Turut Amankan Demo Buruh, Tentara Gadungan Dibekuk

- detikNews
Senin, 01 Mei 2006 16:07 WIB
Medan - "Karir" M Syafi'i sebagai tentara, punah sudah. Pria yang selalu menenteng tanda pangkat sersan kepala (serka) ini dibekuk aparat saat turut mengamankan demo buruh. Ternyata, Syafi'i adalah tentara gadungan!Alkisah, ribuan buruh sedang menuju kantor DPRD Sumut, Medan, untuk memperingati May Day, Senin (1/5/2006) sekitar pukul 12.00 WIB. Karena lalu lintas kacau, timbulah niat baik M Syafi'i untuk mengatur lalu lintas.Dia segera turun dari motor Hondanya. Lalu dia berada di tengah jalan untuk mengatur kendaraan dan massa yang lalu lalang. Tentu saja perintah Syafi'i dipatuhi oleh pengguna jalan. Tongkrongan Syafi'i begitu meyakinkan. Badan tinggi tegap meski agak gemuk, kulit legam, rambut cepak, baret hijau bertengger di kepala dan baju loreng menampakkan wibawa. Polisi yang ada di sekitar situ tentu bungah dibantu rekan militernya itu.Tapi rupanya, ada dua anggota Kodim 0201 BS yang mengamati Syafi'i dari kejauhan. Kedua tentara berpakaian preman itu heran pada seragam loreng yang dipakai oleh Syafi'i. Soalnya, instruksi yang diterima kemarin adalah tentara hari ini berpakaian sipil.Kedua tentara itu bermaksud menanyakan pada Syafi'i mengapa dia berpakaian dinas lapangan. Apakah Syafi'i adalah anggota batalyon yang kebetulan melintas, atau memang tidak tahu ada perintah berpakaian sipil. Akhirnya, mereka memanggil Syafi'i untuk mendekat. Kebetulan tentara yang memanggil pangkatnya lebih tinggi dari Syafi'i yaitu letnan satu (lettu).Syafi'i mengaku sebagai intel Kodam I/Bukit Barisan. Tapi kemudian dia berubah keterangan sebagai intel Kodim 0201 BS. Dia lalu menunjukkan lambang di bajunya. Karena keterangan Syafi'i agak ganjil, akhirnya tentara berpakaian sipil meminta Syafi'i mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA)-nya yang berwarna biru.Di KTA itu tertulis nama M Syafi'i, NRP 503596, asal Unit Intel Kodim. KTA itu kian menambah kecurigaan tentara berbaju sipil. Alasannya, di semua KTA tidak pernah tertulis unit intel. Selain itu kartu juga ada tulisan tangannya sehingga tampak tidak asli.Kedua tentara berpakaian sipil itu juga ingat, di Kodim tempatnya bekerja, ada yang bernama Syafi'i. Tapi wujud orangnya tidak seperti yang ada di depan mereka. Akhirnya, mereka pun membekuk Syafi'i yang diyakini sebagai tentara gadungan.Syafi'i palsu dibekuk di hadapan para demonstran buruh. Bahkan sempat beredar kabar, ada buruh yang dipukuli tentara. Sementara, polisi yang mengenal dua tentara berbaju sipil dan tengah bertugas di situ tidak bereaksi karena tidak mau terlibat dalam keributan sesama tentara. Saat hendak dibekuk, Syafi'i mengeluarkan sangkurnya. Dia melawan. Akibatnya, seorang tentara berpakaian sipil terluka jemarinya. Namun akhirnya Syafi'i berhasil digelandang ke Markas Kodim di Jalan Pengadilan. (nrl/)


Berita Terkait