Cerita Ridwan Kamil Lepas Ekspor Jengkol dari Desa Ciwidey ke Dubai

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 22:33 WIB
Ridwan Kamil
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil optimistis desa akan menjadi pusat kemajuan di masa depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kang Emil, sapaannya, mendorong agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lebih aktif dalam membangun desa.

"Hari ini saya berbahagia. Kenapa? Karena memang desa itu di masa depan akan kembali menjadi pusat kemajuan. Itu keyakinan saya," kata Kang Emil dalam keterangan tertulis, Kamis (16/12/2021).

Hal ini ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara puncak penyelenggaraan lomba Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juara tingkat Provinsi Jabar pada hari Rabu di Gedung Sate, Bandung.

Ia mengatakan di era digital seperti sekarang ini, masyarakat desa dapat bekerja atau berbisnis dari rumah. Kang Emil pun menilai masyarakat pedesaan bisa memiliki penghasilan yang sama dengan masyarakat perkotaan dengan bantuan teknologi digital.

"Dulu tidak ada digital, sekarang ada digital. Apa artinya? Bapak yang tinggal di desa, bisnisnya bisa setara rezeki kota. Dan bisa jual ke dunia," tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Emil menyebutkan produk jengkol asal Ciwidey yang berhasil go international setelah beberapa hari lalu diekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Lewat implementasi digital, produk jengkol tersebut tidak hanya dijual secara langsung di pasar, tetapi juga secara online.

"Kemarin ada peristiwa bersejarah, saya melepas ekspor jengkol ke Dubai. Produk Desa Ciwidey. Jadi produk Desa Ciwidey jualannya ke Dubai, jualannya online," ujarnya.

"Selama COVID, Desa Ciwidey itu pendapatannya naik tiga kali lipat. Kenapa? Karena jualannya tidak seperti puluhan tahun lalu, sudah online. Bayangkan kalau 5.300-an desa seperti desa di Ciwidey itu. Fisiknya di desa, bisnisnya mendunia," jelasnya.

Penggunaan teknologi digital di desa-desa pun semakin masif lantaran pandemi COVID-19. Masyarakat di desa bisa tetap berjualan selama pandemi COVID-19 tanpa perlu khawatir pendapatannya turun.

Selain itu, cara berjualan secara digital ini juga bisa menghindari dari potensi penularan virus COVID-19. Oleh karena itu, Kang Emil berkomitmen untuk memajukan desa-desa yang ada di Jabar.

"Salah satunya adalah memberikan inovasi, reward, supaya orang bersemangat membangun desanya. Tiga tahun sudah tidak ada lagi desa yang sangat tertinggal. Karena masa depan ada di desa," tuturnya.

Selain itu, ia menegaskan akan memperjuangkan aspirasi dari BPD. Salah satunya adalah dengan memastikan dasar hukum dari BPD agar masuk dan disahkan sebagai lembaga pengawas pimpinan desa.

"Kepala desa yang dipilih dengan demokrasi tidak ada lembaga pengawasnya, sehingga kalau kepala desa ada sesuatu dinamakan, kan siapa rakyat tidak bisa bersuara. BPD ini seharusnya diperjuangkan dan karena teori itu, saya dideklarasikan sebagai bapak BPD Indonesia. Maka, saya perjuangkan tadi di depan tim dari Kementerian Dalam Negeri supaya diperjuangkan," pungkasnya.

(ncm/ega)