4.838 Warga Selayar-226 Warga Sikka Masih Mengungsi Akibat Gempa M 7,4 NTT

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 22:16 WIB
Sejumlah warga mengungsi pasca gempa bumi di Kecamatan Pasilambena, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/12/2021). Sebanyak 504 rumah mengalami kerusakan dan tujuh orang dilaporkan terluka akibat getaran gempa berkekuatan 7,4 skala richter di Laut Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada (14/12/2021). ANTARA FOTO/New Pasilambena/abhe/aww.
Ilustrasi warga Selayar mengungsi (Foto: ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)
Jakarta -

BNPB melaporkan perkembangan penanganan gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,4 yang terjadi di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat gempa itu, sebanyak 4.838 warga Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, masih mengungsi.

Data jumlah warga Selayar yang masih mengungsi itu dihimpun BNPB pada Kamis (16/12/2021), pukul 17.00 WIB. Para pengungsi tercatat berasal dari sejumlah titik di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena.

"Mereka tersebar di 34 titik pengungsian di Kecamatan Pasimarannu dan Pasilambena," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, malam ini.

Sebaran titik pengungsian di Kecamatan Pasimarannu berada di Mintu'u 6 titik dengan jumlah penyintas terbanyak, yaitu 2.200 jiwa. Sedangkan di Lambego 6 titik dengan 900 jiwa, Lakawu 3 titik 500 jiwa, Puncak Majapahit 1 titik 250 jiwa, Lamantu 6 titik 200 jiwa, dan Langundi 1 titik 50 jiwa.

Pada Kecamatan Pasilambena, lokasi pengungsian ada di Desa Lembangmatene 1 titik sebanyak 200 jiwa, Latokdo Timjur 1 titik sebanyak 192 jiwa, Kalaotoa 8 titik sebanyak 300 jiwa, dan Barumbung 1 titik sebanyak 46 jiwa.

Gempa M 7,4 NTT yang terjadi dua hari lalu itu tidak memakan korban jiwa. Namun, tercatat ada satu warga luka berat dan 96 lainnya luka ringan.

Selain pengungsian, gempa berdampak pada sejumlah kerusakan bangunan, antara lain rumah rusak berat 825 unit dan rusak ringan 502 unit. Sedangkan pada fasilitas umum, masjid rusak berat 3 unit, pelabuhan rakyat rusak berat 1, rumah jabatan kades rusak berat 1, dan gudang rusak ringan 2.

"Di samping itu, sekolah 5 unit dan 1 balai pertemuan warga terdampak. Petugas pendataan masih mendata tingkat kerusakan keenam bangunan tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi BNPB juga memantau adanya pengungsian di Kabupaten Sikka, NTT. Tercatat sebanyak 226 jiwa masih mengungsi di aula rumah jabatan Bupati Sikka. Sedangkan di wilayah Kabupaten Manggarai, NTT, 1 warga mengalami luka ringan.

Abdul Muhari berpesan bagi BPBD yang wilayah merasakan guncangan kuat bersiaga untuk mengantisipasi dampak gempa susulan. Menurutnya, BPBD telah mengimbau warga yang kembali ke rumah untuk mengecek kondisi bangunan untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 547 gempa susulan dengan skala di atas magnitudo 5,0 hingga Kamis (16/12), pukul 17.00 WIB. BNPB menghimbau warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan pascagempa M 7,4 bisa kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan informasi dari BMKG.

(fas/aud)