Ramalan Megawati: 6-7 Mei Merapi Meletus
Senin, 01 Mei 2006 15:02 WIB
Magelang - Bak seorang peramal, Ketua Umum DPP PDIP Megawati memperkirakan gunung Merapi akan meletus tidak akan lama lagi, sekitar 6 atau 7 Mei 2006. Tapi, Mega menegaskan, dirinya bukanlah peramal. Dia memperkirakan hal itu berdasarkan kajian ilmiah atau ilmu pengetahuan.Hal itu disampaikan Megawati saat berdialog dengan ratusan pengungsi di Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Senin (1/5/2006). "Mungkin sekitar 7 hingga 13 hari sejak tanggal 24 April. Ini berarti antara tanggal 6 atau 7 Mei. Tapi ini bukan ramalan. Ini ilmiah dari ilmu pengetahuan," katanya.Dia mengatakan tanggal tersebut merupakan hari yang perlu untuk diwaspadai. Sebab bila Merapi meletus, sangat berbahaya dan mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel. "Bila Wedhus gembel keluar, kita sudah tak bisa lari lagi. Jadi sebaiknya dikasih tahu lebih dulu," ujar dia. Ketika berdailog menggunakan bahasa campuran Bahasa Jawa ngoko dan Bahasa Indonesia, Mega sempat menanyakan kepada para pengungsi jumlah keluarga yang masih bertahan di atas di daerah rawan bencana. Karena masih banyak warga bertahan, dia meminta warga yang ada di TPA untuk membujuk agar keluarga yang masih di atas segera turun ke daerah aman. "Ini Ibu Mega yang nyuwun. Kalau masih ada yang di atas, turunlah, ketimbang terkena lebih mengungsi. Yang belum turun ayo turun," pintanya.Untuk mengungsi, Mega meminta masyarakat tidak sampai menunggu wedhus gembele (awan panas) keluar. Sebab kalau awan panas sudah keluar, masyarakat akan sulit untuk menyelamatkan diri. "Bila wedhus gembele turun itu seperti ketapel, cepat sekali. Kalau mau lari sudah tak bisa dan tidak ada yang bisa menolong lagi," kata dia. Menurut dia, yang paling penting adalah menyelamatkan nyawa lebih dulu bukan harta benda. Sebab nyawa itu hanya satu, bila hilang yang kasihan adalah anak-anak dan keluarga. "Ojo ono sing mbegegek (ngeyel-red) dan mengatakan lebih tahu duluan ketimbang bupatine. Itu namanya mbegegek. gelem ora manut," kata Mega sekali lagi dan langsung disambut kata serempak nggih purun (yaa... mau-red).
(asy/)











































