Polda Minta Buruh Bubar Pk 17.00
Senin, 01 Mei 2006 14:00 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya menemukan indikasi aksi buruh untuk memperingati Hari Buruh Dunia akan berlangsung rusuh. Polda meminta buruh bubar pada pukul 17.00 WIB karena aksi yang digelar malam hari akan mudah disusupi. Imbauan disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani saat meninjau lokasi unjuk rasa di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (1/5/2006). Namun uniknya, bila hingga pukul 17.OO WIB demo belum selesai, polisi akan memberi toleransi hingga para buruh puas melakukan aksinya. "Kalau sampai malam kan demo akan mudah disusupi. Karena itu kita minta kesepakatan ditaati jam 17.00 bubar," kata Kapolda. Menurut Kapolda, ada 63 federasi serikat buruh yang menyampaikan izin unjuk rasa dengan membawa 60-70 ribu buruh. Hingga saat ini, berdasarkan pantauan polisi, aksi buruh baru diikuti 20-30 ribu orang. Massa terkonsentrasi di 3 tempat yakni bundaran Hotel Indonesia (HI), DPR dan Istana.Khusus untuk pengamanan di Istana, disiapkan 3.500 aparat keamanan gabungan dari Satpol PP, polisi dan bantuan TNI. Kapolda juga mengeluarkan imbauan kepada para buruh agar melaksanakan aksinya di daerah masing-masing seperti Depok, Tangerang, Bogor, Jakarta Utara dan Bekasi."Kita tetap melakukan penanganan dengan cara persuasif. Dengan sistem kanalisasi, massa kita alirkan dan diarahkan saja," kata Firman.Beberapa hari lalu, kata Firman, polisi menemukan indikasi demo akan berlangsung rusuh. Hal itu terlihat dari poster, pamflet dan spanduk bernada provokasi yang disita aparat. "Hingga saat ini kita masih melakukan penyelidikan," kata Kapolda.
(iy/)











































