Anggota DPR Soroti Masalah Penyelundupan PMI di Insiden Karamnya Kapal WNI

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 15:48 WIB
Anggota DPR Christina Aryani
Anggota DPR Christina Aryani (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mencuat dalam insiden tewasnya 19 WNI dalam tragedi terbaliknya kapal di lepas pantai Johar Bahru, Malaysia. Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani menyebut kasus penyelundupan pekerja migran ini seolah-olah dibiarkan.

Christina prihatin dengan kasus ini. Dia merasa kejadian seperti ini terus berulang. Dia mempertanyakan kenapa kasus seperti ini seperti dibiarkan.

"Sangat prihatin karena ini kejadian yang terus berulang. Tahun ini saja sudah ada beberapa kejadian, belum tahun-tahun sebelumnya dan hampir sama kejadiannya, kapal karam dan tenggelam saat hendak masuk Malaysia. Ini ada apa sebenarnya? Jangan sampai ada upaya pembiaran sehingga aksi penyelundupan orang terus menerus terjadi," kata Christina dalam keterangan tertulis, Kamis (16/12/2021).

Dia mendorong agar peristiwa ini menjadi momentum pembenahan yang serius dan menyeluruh. Sebab, menurut dia, ini soal nyawa manusia.

"Ini soal nyawa manusia. Tidakkah kita melihat ada sesuatu yang serius dalam masalah ini? Saya dorong agar ini benar-benar jadi momentum evaluasi," tegasnya.

Christina menyarankan agar pemerintah dan berbagai stakeholder terkait termasuk aparat yang ada di lapangan harus duduk bersama memikirkan upaya pembenahan serius sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi.

"Penyelundupan ilegal ini kriminal, tindak kejahatan yang harus kita perangi bersama-sama. Patut diduga mereka yang berangkat ilegal ini termakan bujuk rayu para mafia. Aparat harus melihat ini, Kementerian Polhukam, BIN, TNI, Polri, Kemenkumham, BP2MI harus duduk bersama. Jangan sampai besok-besok kita kembali melihat lagi kejadian yang sama," ujar Christina.

Dia berharap kasus kapal tenggelam di Johor yang hasil update sementara menewaskan 19 orang WNI tersebut menjadi yang terakhir melalui upaya pembenahan serius.

"Sekali lagi, ini urusan nyawa manusia yang akhirnya meninggal sia-sia," ungkap Christina.