Ribuan Buruh 'Kuasai' Balaikota Solo

Ribuan Buruh 'Kuasai' Balaikota Solo

- detikNews
Senin, 01 Mei 2006 12:45 WIB
Solo - Tidak kurang dari 3.000 orang menggelar aksi peringatan Hari Buruh di Solo. Mereka dipersilakan menggelar aksi di halaman balaikota, bahkan memasuki pendapa balaikota. Wakil Walikota Surakarta menemui dan mendukung seluruh tuntutan aksi. Peserta aksi tidak hanya berasal dari Kota Solo. Perwakilan massa dari kabupaten sekitar juga ikut bergabung. Mereka berkumpul di dekat perempatan Panggung di Jalan Kol Sutarto dan selanjutnya menyusuri jalan Jenderal Urip Sumohardjo menuju kompleks Balaikota Surakarta di Jalan Jenderal Sudirman. Sepanjang arak-arakan masa, Jalan Urip Sumohardjo dari dua arah macet total karena seluruh badan jalan digunakan oleh peserta aksi. Dari depan Pasar Gede Solo, massa tidak perlu memutar ke bundaran Gladag namun langsung memotong jalan memasuki halaman balaikota. Dari perjalanan hingga halaman balaikota, saat orasi mereka meneriakkan tuntutan-tuntutan sebagai agenda utama aksi mereka pada peringatan hari buruh 1 Mei 2006 ini. Tiga tuntutan mereka adalah mendesak Pemerintah menetapkan tanggal 1 Mei menjadi hari libur sebagai hari buruh nasional, mencabut UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 dan membatalkan revisinya, serta mendesak dibubarkannya lembaga kerjasama (LKS) Tripartit. Aksi tersebut mendapat sambutan hangat dari Pemkot. Meskipun mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian yang menurunkan seluruh kekuatannya lengkap dipimpin langsung Kapoltabes Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto, namun Pemkot memberi kelonggaran fasilitas. Walikota dan Wakil Walikota Surakarta, Joko Widodo dan FX Hadi Rudyatmo, turun langsung ke tengah-tengah massa aksi. Ketika memberikan orasi di hadapan ribuan massa, Hadi Rudyatmo menegaskan bahwa Pemkot Surakarta mendukung penuh ketiga tuntutan massa aksi tersebut. Bahkan Rudy mempersilakan para buruh hendak menggunakan pendopo Balaikota Surakarta untuk tempat pelaksanaan kongres buruh. "Kami mempersilakan. Namun karena ini rumah rakyat maka buruh sebagai bagian dari rakyat harus mampu menjaganya," ujar Rudy yang hingga saat ini juga menjabat Ketua DPC PDIP Surakarta. Tidak berhenti di situ. Seusai menggelar orasi-orasi di halaman, para buruh juga dipersilakn untuk memasuki pendopo balaikota. Hingga akhirnya massa memutuskan untuk membubarkan aksi mereka dan kembali ke tempat masing-masing tanpa diwarnai insiden apa pun. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads