Hari Buruh, Ribuan Warga Filipina Desak Arroyo Mundur
Senin, 01 Mei 2006 12:01 WIB
Manila -
Ribuan pendemo memadati jalan-jalan di Manila, ibukota Filipina untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Dalam aksinya ini, para pengunjuk rasa menyerukan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo untuk mengundurkan diri.Untuk mengamankan situasi, sekitar 5 ribu polisi antihuru-hara yang didukung oleh sekitar 2 ribu pasukan militer, disiagakan di ibukota. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (1/5/2006).Langkah ini diambil menyusul rumor bahwa lawan-lawan politik Arroyo akan memanfaatkan demo ini untuk menggoyahkan pemerintahan. Namun sejauh ini demo berlangsung damai.Kelompok sayap kiri militan Bayan mengerahkan ribuan pendukungnya dalam aksi ini. Mereka berjalan beriringan menuju istana kepresidenan. "Bangsa ini bersatu dalam perlawanan. Kita tidak punya pilihan kecuali melawan," cetus Sekjen Bayan, Renato Reyes.Unjuk rasa ini juga diikuti oleh massa pendukung mantan presiden Filipina Joseph Estrada. "Pemerintahan ini paranoid. Pemerintah tidak punya dukungan rakyat," kata Walikota San Juan, Jose Victor Ejercit, salah seorang putra Estrada yang turut menggalang aksi massal ini.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































