Posko Check Point Ditiadakan, Begini Strategi Pengamanan Polri di Masa Nataru

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 12:37 WIB
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)
Foto: Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)
Jakarta -

Polri membeberkan strategi pengamanan terbaru pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Posko check point bakal ditiadakan, namun pos pengamanan hingga pos pelayanan tetap didirikan.

"Tidak ada posko check point. Yang kita dirikan pos pengamanan dan pos pelayanan serta pos terpadu di kawasan-kawasan publik yang akan dikunjungi masyarakat," ujar Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/12/2021).

Imam menjelaskan pos pelayanan terpadu Operasi Lilin memiliki fungsi untuk melayani warga yang belum disuntik vaksin dan belum memiliki hasil tes antigen COVID-19. Selain itu, polisi di pos pelayanan juga akan melakukan pemeriksaan kelengkapan pelaku perjalanan.

"Ada 1.113 pos pelayanan di 34 polda jajaran. Personel Polri di terminal 2.113 orang, stasiun kereta api 407 orang, pelabuhan 1.804 orang, dan bandara 815 orang," tuturnya.

Kemudian, Imam menyebut ada 3.159 pos pengamanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Pos pengamanan didirikan untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang diatur dalam Inmendagri maupun Perda setempat.

Untuk pos pengamanan, kata Imam, akan disebar di titik-titik keramaian seperti gereja, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan. 44.582 polisi akan disebar untuk melakukan pengamanan di gereja-gereja.

"30.761 personel di gereja Protestan, 13.821 personel di gereja Katolik, 3.956 personel di pusat perbelanjaan, dan 6.397 personel di tempat wisata," kata Imam.

Sementara itu, Imam mengungkapkan pengamanan Nataru kali ini polisi bakal turut melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ormas. Pihaknya akan melaksanakan sterilisasi sebelum dan sesudah kegiatan ibadah Natal dan tahun baru.

Sebelumnya, pemerintah membatalkan penerapan PPKM level 3 selama Nataru 2021 di semua daerah. Kendati demikian, saat itu, Polri tetap mendirikan check point berupa pos pelayanan dan pos pengamanan untuk mengecek aplikasi Pedulilindungi masyarakat.

"Tidak, tetap (check point), itu kan untuk pengamanan, pos pam (pos pengamanan), pos yan (pos pelayanan). Nantinya bermanfaat juga untuk memastikan aplikasi Pedulilindungi itu berjalan, di rest area itu nanti kita akan aturkan," kata Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto kepada wartawan, Rabu (8/12).

Imam menerangkan Polri juga akan mendirikan pos vaksinasi di beberapa rest area di sejumlah tol. Jadi, kata Imam, pengendara yang ketahuan belum divaksinasi bisa langsung diimbau divaksinasi di pos pelayanan.

(drg/hri)