Andre Rosiade Dorong 2 Kementerian Cari Solusi Dana Sirkuit Mandalika

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 10:04 WIB
Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyoroti persiapan penyelenggaraan seri balap MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika yang akan berlangsung Maret 2022. Menurutnya, persiapan event internasional ini terancam tidak optimal karena kurangnya likuiditas International Tourism Development Corporation (ITDC) akibat pandemi COVID-19.

Andre mengungkapkan dirinya mendapat informasi saat ini ITDC sebagai pemilik sirkuit dan pemegang seluruh saham di MGPA (Mandalika Grand Prix Association) membutuhkan dana untuk membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung Sirkuit Internasional Mandalika.

"Kebutuhan dana untuk menyiapkan event MotoGP di bulan Maret 2022 ini mencapai sekitar Rp 400 miliar. Kita tahu bahwa ITDC kesulitan memenuhi kebutuhan ini karena rendahnya cash availability akibat COVID-19. Pesan saya, jangan sampai event internasional ini tidak optimal. Kita harus cari solusinya bersama," ujar Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (15/12/2021).

Andre pun mendorong agar Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan dapat duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Ia mengulas salah satu solusi yang dapat diambil yaitu dengan cara mengubah alokasi PMN tahun 2021 ke ITDC yang awalnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur Kawasan Tana Mori-Labuan Bajo. Sebagai gantinya, kata Andre, pada tahun 2022 holding pariwisata PT Aviata akan mendapat tambahan PMN sebesar Rp 7,5 triliun dan ITDC memperoleh Rp 1 triliun untuk Sirkuit Mandalika.

"Nah, sebagian PMN ke ITDC di tahun 2022 ini dapat dialihkan kembali untuk Tana Mori, Labuan Bajo. Jadi, usulan ini hanya mengubah timing penggunaan saja karena Mandalika lebih urgent. Untuk itu, saya mendorong Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan harus duduk bersama. Saya pikir ini adalah langkah yang win-win solution," tutur Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini.

Ia menambahkan secara teknis sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN PER-01/MBU/03/2021 terkait Pedoman Pengusulan, Pelaporan, Pemantauan, dan Perubahan Penggunaan Tambahan Penyertaan Modal Negara Kepada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas dibutuhkan persetujuan dari Menteri Keuangan untuk perubahan alokasi PMN ini.

"Kita tahu bahwa secara teknis, persetujuan Kemenkeu untuk perubahan PMN ini memakan waktu yang lama, sekitar 3 bulan. Bisa-bisa melewati race date 18-20 Maret 2022. Butuh terobosan yang kreatif sesuai dengan ketentuan yang berlaku," sebut Andre.

Oleh sebab itu, Andre meminta langkah perubahan peruntukan PMN ini melibatkan Kejaksaan, BPK hingga BPKP sebagai upaya untuk menjalankan good governance dan prinsip kehati-hatian.

"Perlu diingat bahwa Capex yang dibutuhkan ITDC untuk Mandalika ini nantinya akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung sirkuit. Bukan untuk penyelenggaraan event. Untuk penyelenggaraan event, saya yakin nantinya dapat dicover dari penjualan tiket dan sponsorship," urai Andre.

Simak juga 'Berkaca dari WSBK, Ini Catatan Penting Agar MotoGP 2022 Sukses':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)