SBY: Cabut Segera Rekom
Senin, 01 Mei 2006 09:05 WIB
Doha - Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mencabut Rekomendasi (Rekom) bagi tenaga kerja Indonesia. Rekom tersebut dinilai tidak berguna."Saya kira rekom itu lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya," tegas SBY di hadapan ratusan warga Indonesia di Qatar. Pernyataan SBY ini mendapat tepuk tanagan panjang dari ratusan warga Indonesia di Qatar.Dialog SBY dengan warga Indonesia di Qatar itu berlangsung di Wisma Megara yang sekaligus rumah tinggal Dubes RI untuk Qatar di Doha. Pertemuan yang gayeng berakhir Minggu (30/4/2006) pukul 22.30 waktu Qatar atau Senin (1/5/2006) pukul 02.30 WIB dini hari.SBY menuturkan, 3 hari yang lalu, ketika berada di Riyadh, ia telah memanggil Menaker Erman Suparno. Erman dimintai penjelasan rinci prihal rekom yang dikeluhkan oleh para tenaga kerja Indonesia. Setelah mendengar penjelasan Erman, SBY pun segera memerintahkan agar rekom tersebut segera dicabut.SBY menjelaskan perintah pencabutan rekom itu setelah mendengar keluhan Mahdi Musa, seorang pekerja profesional Indonesia di Qatar. Menurut Mahdi, kesulitan yang menimpa para pekerja Indonesia, justru terjadi saat pulang ke tanah air. "Kami ini diberlakukan seperti bukan warga Indonesia, bukan juga dianggap sebagai pahlawan devisa," kata Mahdi."Biang keladinya tak lain adalah Rekom Depnaker," kata Mahdi yang mendapat tepuk tangan meriah dari yang hadir. Mahdi pun menuding, rekom itu syarat dengan korupsi, permainan sekaligus merupakan konspirasi dari Depnaker, polisi, imigrasi hingga petugas bandara."Saya sudah teriak ke mana-mana. Kali ini pun saya langsung menyampaikan kepada Bapak Presiden," tandas Mahdi yang pernah menjadi Ketua Persatuan Warga Indonesia di Qatar.Usman, seorang pekerja profesional di Qatar Petroleum juga mengeluhkan hal yang sama. "Rekom itu sangat mengerikan. Kami berharap Presiden segera mencabut rekom Depnaker itu," pinta Usman.Sayangnya acara itu tak terlihat orang dari Depnaker. Menaker Erman Suparno sudah kembali ke Jakarta. Sedangkan Dirjen Penempatan Tenaga Kerja di Luar Negeri I Gusti Made Arka juga tidak muncul. Arka bahkan dicari-cari oleh warga Indonesia yang hadir dalam tatap muka dengan SBY. "Arka tidak berani muncul," teriak seorang warga di akhir pertemuan dengan SBY.
(bdi/)











































