Berada di Wilayah Cekungan, 2 Titik di Nusa Penida Bali Masih Tergenang

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 22:58 WIB
Enam desa dan objek wisata Crystal Bay Beach di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung terdampak banjir bandang.  (dok Polres Klungkung)
Enam desa dan objek wisata Crystal Bay Beach di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, terdampak banjir bandang. (dok Polres Klungkung)
Klungkung -

Sebanyak 2 titik di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, masih tergenang banjir. Banjir di dua titik tersebut belum sepenuhnya surut meskipun wilayah lainnya sudah normal kembali.

"Situasi hari ini, aktivitas masyarakat secara umum mulai berangsur normal. Cuma bagi wilayah-wilayah tertentu yang masih ada terendam air, aktivitas masyarakat belum pulih," kata Camat Nusa Penida I Komang Widiasa Putra melalui aplikasi pesan singkat kepada detikcom sekitar pukul 19.40 Wita, Selasa (14/12/2021).

Widiasa mengatakan ada dua titik wilayah yang masih terendam banjir, yakni Banjar Tanah Bias dan Banjar Prapat di Dusun/Desa Ped. Wilayah tersebut masih tergenang karena datarannya berupa cekungan.

"Karena wilayahnya dataran dan berupa cekungan, posisinya lebih rendah dari jalan atau saluran got yang ada di jalan raya. Ditambah belum adanya sistem drainase di wilayah tersebut," terangnya.

Hingga Selasa (14/12) siang hari, air yang tergenang di dua titik tersebut tingginya masih sekitar lutut orang dewasa. Namun, pada sore hari, pihaknya menerima informasi bahwa air sudah mulai surut.

Ada sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang terdampak di dua titik banjir tersebut. Pihaknya akan segera melakukan pembersihan di dua banjar tersebut bila air sudah mulai surut.

"Dan tadi sudah ditinjau oleh Bapak Bupati untuk mengambil langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengupayakan air bisa surut," ungkapnya.

Sementara untuk wilayah lain selain dua titik tersebut sudah dilakukan pembersihan di berbagai fasilitas umum oleh petugas dari Kecamatan Nusa Penida maupun Kabupaten Klungkung. Warga yang sempat terkena dampak banjir dan airnya sudah surut juga turut melakukan pembersihan.

Sebelumnya Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung I Putu Widiada mengatakan banjir banjir bandang terjadi di Pulau Nusa Penida pada Senin (13/12).

Menurutnya, banjir bandang terjadi akibat hujan deras semalaman. Pihaknya mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa terjadi hujan ekstrem di wilayah Pulau Nusa Penida.

"Informasi dari BMKG kemarin ada hujan ekstrem di beberapa wilayah (Nusa Penida) di atas. Perkiraan hujannya jam 11 sudah mulai turun. Kalau di (wilayah) bawah hujannya mulai jam 3 dini hari. Jam 3 air sudah mulai naik di perkampungan yang ada di bawah," terangnya.

Akibat hujan ekstrem tersebut, ada 6 desa di Kecamatan Nusa Penida terdampak banjir bandang. Ke-6 desa tersebut adalah Desa Suana, Desa Kutampi, Desa Batununggul, Desa Ped, Desa Batumadeg, Desa Sakti, dan Desa Lembongan.

"Kalau situasi yang paling parah artinya yang sampai saat ini terganggu aktivitas di Desa Ped karena banyak jalan utama yang dilalui warga itu banyak yang tergerus. Ya jalan aspal," jelas Widiada.

(knv/knv)