Spesifikasi Sumur Resapan Jakarta: Digadang Cegah Banjir-Serap Air

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 17:55 WIB
Sumur resapan di Jl Rajawali, Cipinang Indah diperbaiki, Rabu (13/12/2021).
Sumur resapan. (Marteen Ronaldo/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan sedang membangun sumur resapan di mana-mana. Keluhan muncul dari sana-sini. Sebenarnya, bagaimana spesifikasi sumur resapan ini?

Kepala Seksi Geologi dan Konservasi Air Baku Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Aditya Putra Brata, menunjukkan spesifikasi sumur resapan kepada detikcom, Selasa (14/12/2021).

Satu instalasi sumur resapan sebagaimana yang tengah dibikin di banyak ruas jalanan Ibu Kota saat ini terdiri dari sumur resapan itu sendiri, bak kontrol, dan terkadang juga dibangun di dekat saluran air hujan. Ketiga komponen sumur resapan ini dihubungkan oleh saluran pipa PVC yang mengarah ke sumur resapan.

Sumur resapan adalah bagian yang paling besar, yakni berbentuk mirip sumur, ditutup dengan pelat beton. Tutup sumur resapan berlubang sebagai jalan air untuk jatuh ke dalam sumur.

Sumur resapan ini sendiri berdinding buis beton dengan diameter 100 cm (1 meter). Kedalaman sumur resapan adalah 270 cm (2,7 meter).

Bagan sumur resapan di Jakarta (Dok Dinas SDA Jakarta)Bagan sumur resapan di Jakarta. (Dok Dinas SDA Jakarta)

Ada empat buis beton yang dipasang sebagai dinding sumur resapan, bagian paling bawah bukan berdinding buis beton lagi, melainkan batu kali ukuran 15-25 cm, diameternya lebih kecil ketimbang buis beton di atasnya. Bila buis beton di atasnya berdiameter 100 cm (1 meter), diameter dinding batu kali adalah 80 cm.

Bila Anda melihat ada kotak kecil di sebelah sumur resapan, itulah yang disebut sebagai bak kontrol sumur resapan. Bak kontrol ini berukuran 50x50x50 cm. Jadi, kedalamannya juga 50 cm saja, tidak dalam.

Bak kontrol ini terhubung dengan sumur resapan lewat pipa PVC berdiameter 3 inci dengan kemiringan 2 sampai 5 derajat ke arah sumur resapan, karena memang ditujukan untuk mengalirkan air ke sumur resapan menembus tanah (tanpa terlihat di permukaan aspal atau trotoar). Ada saringan kawat di lubang pipa pada dinding bak kontrol, sehingga air yang masuk ke sumur resapan sudah tersaring terlebih dahulu, bebas dari sampah atau substansi penyumbat lainnya.

Bila ada saluran air hujan dari talang rumah atau jalanan, saluran hujan tersebut bakal terhubung ke bak kontrol terlebih dahulu baru akhirnya terhubung ke sumur resapan. Penghubungnya adalah pipa PVC diameter 3 inci. Terdapat pula saringan kawat di dinding saluran hujan yang terhubung ke bak kontrol.

Ada pula jenis sumur resapan dangkal tipe modular. Bentuk sumur resapannya adalah berupa kain geotekstil di bagian bawah dan modular tank (kotak modular) di bagian atasnya. Kedalaman 1,23 meter saja dengan lebar 1,17 meter.

Bagan sumur resapan di Jakarta (Dok Dinas SDA Jakarta)Bagan sumur resapan di Jakarta. (Dok Dinas SDA Jakarta)

Sebenarnya, kedalaman sumur resapan bisa bervariasi, bisa lebih dalam atau lebih dangkal ketimbang 2,7 meter. Hal ini disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Mustajab, 1 Desember lalu. Dia mencontohkan kondisi di salah satu kawasan Mampang Prapatan yang punya lapisan tanah akuifer dangkal sehingga tak perlu dibikinkan sumur resapan.

"Kalau daerah Lebak Bulus, Cilandak, itu air tanahnya dalam. Kita gali 3 meter belum ketemu air. Beda lagi seperti di Mampang, digali 1,5 meter sudah muncul air, berarti itu air tanahnya rendah karena dulu ini daerah rawa-rawa," kata Mustajab kepada detikcom.

Digadang cegah banjir-serap air

Dilansir akun YouTube Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, manfaat sumur resapan, yang pertama, adalah mengurangi risiko terjadinya banjir dan genangan.

Selanjutnya, sumur resapan menyerap air hujan agar masuk ke tanah. Sumur resapan juga bermanfaat sebagai tampungan air hujan agar tidak langsung mengalir ke saluran air. Sumur resapan juga bermanfaat mencegah kekeringan.

Sumur resapan di jl Sirsak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan sudah rapi. Tidak ada lagi lubang atau gundukan tanah.Sumur resapan di jl Sirsak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sudah rapi. Tidak ada lagi lubang atau gundukan tanah. (Marteen Ronaldo/detikcom)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pernah menjelaskan kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (1/12) dua pekan lalu, Pemprov DKI menargetkan pembangunan sumur resapan di 26 ribu titik hingga akhir bulan ini. Sampai awal bulan, realisasinya baru 19.042 titik sumur resapan.

(dnu/aik)