Keluarga Belum Pastikan Identitas Abdul Hadi
Minggu, 30 Apr 2006 23:38 WIB
Semarang - Ayah Abdul Hadi, Muslam warga Sukoharjo belum memastikan identitas Abdul Hadi. Abdul tewas dalam baku tembak antara pengikut Noordin M Top dengan polisi pada Sabtu (29/4/2006).Muslam, pensiunan pegawai Depag Sukoharjo tersebut sengaja didatangkan polisi ke RS Bhayangkara, Semarang. Sesuai data yang dimiliki polisi, diduga Abdul Hadi alias Bambang adalah nama lain Bachruddin Shaleh. Keluarga bahkan memanggilnya Udin, anak Muslam.Muslam datang ke rumah sakit tersebut bersama adik kandung Udin, Jamaluddin Shidiq, pukul 15.00 WIB, Minggu (30/4/2006). Setibanya di Semarang, mereka diantar oleh 3 orang polisi dari jajaran Polres Sukoharjo.Namun hingga pukul 19.00 WIB saat mereka meninggalkan rumah sakit, Muslam maupun Jamal belum bisa memastikan salah satu dari jenazah teroris itu adalah jenazah Udin. Mereka pun masih tak pasti akan kembali lagi ke rumah sakit untuk melihat jenazah yang disebut-sebut sebagai jenazah Udin tersebut."Kami belum bisa memastikan bahwa salah satu jenazah itu adalah anak saya karena belum diperbolehkan melihat langsung. Alasannya otopsi belum selesai," kata Muslam kepada wartawan saat keluar dari rumah sakit.Sementara itu, jenazah salah satu korban meninggal lainnya yang diduga sebagai jenazah Jabir alias Gempur Budi Angkoro hingga saat ini belum ada pihak yang datang untuk mencari kepastian. Jabir adalah Madiun. Ayah Jabir, Rusman merupakan kakak kandung dari ibu Fathurrahman Al-Ghozy.Pada Sabtu pagi, Tim Gegana dan Pasukan Densus 88 Mabes Polri melakukan penggerebekan di dua tempat yang dijadikan sebagai tempat tinggal kaki tangan Noordin M Top yaitu di Wonosobo dan Temanggung.Dalam peristiwa itu, dua orang tangan kanan Noordin, Abdul Hadi dan Jabir, tewas tertembak. Adapun Mustagfirin, kurir Noordin, berhasil diringkus hidup-hidup.
(wiq/)











































