Said Aqil: 212 Bukan Kebangkitan Islam tapi Politik Mengatasnamakan Agama!

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 13 Des 2021 17:08 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) petahana, Said Aqil Siraj mengumumkan kesediaannya untuk maju sebagai calon Ketum PBNU periode 2021-2026 di Muktamar ke-34 NU, Lampung.
Said Aqil Siroj (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menceritakan momen saat dia menghadapi kemunculan kelompok 212. Said Aqil menolak tegas kemunculan 212 dikaitkan dengan kebangkitan Islam.

"Suatu contoh misalkan menghadapi 212. Itu luar biasa bagi saya, luar biasa kerasnya tantangan itu. Ada sebagian dari NU juga, katanya itu kesempatan kebangkitan Islam. Kalau menurut saya itu bukan, bukan kebangkitan Islam, menurut saya. Kenapa? karena jelas itu tujuannya politik yang mengatasnamakan agama," kata Said Aqil yang juga maju di Muktamar ke-34 NU dalam video yang ditayangkan di akun TVNU seperti dilihat, Senin (13/12/2021).

Said Aqil mengatakan memang banyak orang yang bersuara mengenai 212. Namun, kata Said, orang yang menolak kelompok tersebut secara keras hanya dirinya.

"Satu-satunya orang yang bersuara keras, bersuara terang-terangan, menolak 212 ya saya. Barangkali yang menolak banyak tapi yang berprinsip yang dengan ucapan jelas terang benderang hanya saya barangkali," ujar Said.

Said pun mengungkap alasan 212 bukan gerakan Islam. Dia menyindir kelompok 212 yang tidur di masjid tapi salat di lapangan.

"Karena saya menganggap itu bukan kebangkitan Islam bukan gerakan Islam, liillai kalimatillah bukan, kenapa? karena tidurnya di masjid, salat di lapangan. Tidurnya di masjid sebagai tempat tidur, menunggu salat Jumat di lapangan, itu yang tidak benar menurut saya," ujar Said Aqil.

Lihat juga Video: Pesan Habib Rizieq hingga Ucapan Terima Kasih ke Kapolri di Reuni 212

[Gambas:Video 20detik]



(knv/tor)