Kali Ini Saya Tidak Konsisten

Zaenal Ma\'arif Batal Mundur

Kali Ini Saya Tidak Konsisten

- detikNews
Minggu, 30 Apr 2006 14:40 WIB
Solo - Zaenal Ma'arif mencabut pernyataannya untuk mundur dari posisinya sebagai wakil ketua DPR RI yang pernah diucapkanya setelah gagal menjadi Ketua Umum PBR. Dia memaparkan sejumlah alasan pembatalan niatnya itu. "Untuk kali ini saya harus tidak konsisten," kilahnya.Hal tersebut disampaikan Zaenal dalam jumpa pers yang digelar di rumah pribadinya di Perum Jajar Indah, Solo, Minggu (30/4/2006). Dengan panjang lebar Zaenal mengatakan bahwa dia akan tetap bertahan sebagai Wakil Ketua DPR hingga habis masa jabatannya.Dipaparkannya, banyak desakan memintanya tetap bertahan di posisi tersebut. Desakan itu datang dari sejumlah tokoh agama, politisi, konstituen PBR hingga keluarga. Tokoh agama yang disebut Zaenal di antaranya Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, dan KH Syukri Zarkasi, pengasuh Ponpes Gontor Ponorogo tempat Zaenal pernah nyantri.Sedangkan tokoh politik yang disebut adalah Agung Laksono, Sutardjo Soerjogoeritno, Muhaimin Iskandar, Akbar Tandjung, Pramono Anung, Erros Djarot dan lainnya. "Ini belum yang berupa telepon dan SMS yang jumlah ribuan yang meminta saya tetap menduduki kursi wakil ketua DPR," bebernya.Pertimbangan para tokoh agama, kata Zaenal, adalah bahwa komposisi kursi pimpinan DPR saat ini sudah harmonis, apalagi Zaenal satu-satunya wakil dari partai berasas Islam yang duduk sebagai pimpinan. "Saya diminta tetap bisa menjembatani aspirasi umat dengan tetap berada di posisi tersebut," kata dia.Sedangkan alasan para politisi adalah karena pemilihan pimpinan DPR dulu dilakukan secara paket dan berlaku selama lima tahun. "Susduk mengatakan demikian dan saya juga menyadari kerepotan-kerepotan yang harus dihadapi jika itu (pengunduran diri -red) saya lakukan," kata dia."Pribadi saya sudah bulat untuk mundur sebagai konsekuensi moral. Namun saya harus mengesampingkan unsur pribadi itu sekarang. Jadi kedudukan saya mulai saat ini bukan lagi menjadi beban pribadi tapi beban kolektif. Saya menarik ucapan saya yang lalu. Untuk kali ini saya harus tidak konsisten," lanjutnya.Dia juga mengaku rela dan terbuka menerima segala kritik dan cemoohan jika ada yang menyebutnya tidak gentle dan menuduhnya sebagai orang plin-plan. Namun dia kembali mengatakan bahwa dia bertahan di posisi itu melulu karena pertimbangan desakan sejumlah tokoh nasional.Menolak Jadi PengurusLebih lanjut Zaenal mengatakan dia tidak akan bersedia duduk sebagai pengurus PBR pimpinan Bursah Zarnubi. Alasannya, dia tidak ingin mengganggu program-program kerja yang disusun Bursah selama memimpin PBR."Setiap calon yang maju sebagai ketua umum harus sudah tahu konsekuensinya. Harus ditradisikan bahwa yang kalah bertarung tidak perlu duduk di kepengurusan partai. Saya tidak mau ngrecoki program-program yang telah disusun dan direncanakan Saudara Bursah untuk PBR," kata dia.Namun demikian yang pasti dia tidak akan mundur dari keanggotaan partai. Dia juga yakin bahwa Zainuddin MZ maupun Mahendradatta yang telah menyatakan mundur bukan secara frontal mundur dari keanggotaan."KH Zainuddin hanya mundur dari ketua dewan syuro. Beliau akan tetap di PBR, demikian juga saya. Kami akan tetap bersama-sama membesarkan PBR, tanpa perlu duduk di kepengurusan," ujar Zaenal sembari menolak menanggapi kekosongan posisi ketua dewan syuro yang ditinggalkan Zainuddin.Dia hanya mengatakan posisi ketua dewan syuro hanya bisa diisi dalam muktamar. Ketika didesak apakah penolakan massal itu bagian pengkondisian muktamar ulang, Zaenal mengatakan,"Jangan pernah ada yang berpikir untuk muktamar ulang. Biayanya mahal. Saya yakin saat ini un partai masih menanggung utang kok." (nrl/)


Berita Terkait