Pramoedya Dilepas dengan Lagu Komunis Internasionale

Pramoedya Dilepas dengan Lagu Komunis Internasionale

- detikNews
Minggu, 30 Apr 2006 14:24 WIB
Jakarta - Pramoedya Ananta Toer dilepas ke TPU Karet Bivak, Pejompongan, Jakarta, lebih cepat dari jadwal. Lagu komunis internasional, Internasionale, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, mengiringi kepergian Pram.Menurut rencana, Pram dimakamkan ke TPU Karet Bivak setelah salat ashar. Namun keluarga memutuskan untuk memberangkatkan Pram pada pukul 13.50 WIB. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26, Utan Kayu, Jakarta Timur, Minggu (30/4/2006).Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang, Erry Riyana Hardjapamekas, Nurul Arifin dan suami, Usman Hamid, Putu Wijaya, Goenawan Moehammad dan Gus Solah. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir. Temasuk para anak muda fans Pram.Jenazah dimandikan pukul 12.30 WIB, lalu disalatkan. Setelah itu, dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Nah, ketika prosesi ini terjadi, sebagian pelayat lamat-lamat mengumandangkan sebuah lagu berbahasa Indonesia. Kata seorang di antara mereka, judul lagu itu adalah Internasionale.Internasionale digubah oleh Eughene Pottier, penyair proletar anggota Komune Paris, tahun 1871. Ini merupakan lagu komunis internasional. Internasionale diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa Belanda oleh Ki Hadjar Dewantoro dan dipopulerkan PKI selama tahun 1951-1965. Terjemahan syair-syair Internasionale itu oleh komunis internasional dianggap telah menghilangkan roh proletariat, sehingga CC PKI mendapat celaan keras. Pada 19 Desember 1948, Amir Sjarifuddin beserta 10 tokoh clash Madiun 1948 juga menyanyikan Indonesia Raya dan Internasionale sesaat sebelum dieksekusi.Di masa mudanya, Pram adalah aktivis Lekra -- organisasi kesenian di bawah PKI. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads