Rumah Solahudin Kosong, Istri & 4 Anaknya Kabur
Minggu, 30 Apr 2006 13:03 WIB
Wonosobo - Solahudin alias Sukri, alias Supri alias Dani (32), yang berhasil dibekuk polisi tidak bertempat tinggal menjadi satu dengan tiga anggota teroris Noordin M Top di Dusun Binangun Desa Wringinanom Kecamatan Kertek Wonosobo. Solahudin yang biasa berdagang jagung bakar itu tinggal bersama istri dan empat orang anaknya, tidak jauh dari rumah kontrakan teman-temannya.Rumah kontrakan itu berada sekitar 3 kilometer arah timur rumah kontrakan Jabir dkk di Dusun Krakal Dawung Desa Kertek Kecamatan Kertek. Rumah sederhana berlantai tanah seluas 48 meter persegi milik Sudarto itu sudah ditinggalkan istri Solahudin bersama 4 orang anaknya. Saat ini rumah itu sudah kosong ditinggal penghuninya. Yang ada di dalam rumah hanya sebuah kursi sofa usang, satu buah tas berisi pakaian anak-anak yang ditaruh di atas meja. Terdapat pula peralatan memasak di dapur serta pasfoto 2 lembar hitam putih berserta film negatif milik Solahudin.Kemungkinan tas itu tidak sempat terbawa karena penghuninya tergesa-gesa sehingga ditinggalkan begitu saja. Selain itu, rumah ditinggal tanpa dikunci sehingga bila pintu didorong langsung terbuka.Namun para tetangga tidak ada yang mengetahui ke mana istri Solahudin beserta empat anaknya pergi. Beberapa tetangga sekitar ada yang mengetahui istri Solahudin yang mengenakan jilbab dan berkacamata minus itu pergi naik dokar dengan membawa beberapa tas sekitar pukul 09.00 WIB. "Kita tidak tahu perginya ke mana.Kemarin banyak petugas yang datang yang mencari tapi tak ketemu," kata Suyanto, Ketua RT 1/RW IX Dusun Krakal Dawung, Minggu (30/4/2006).Berdasarkan keterangan pemilik rumah Sudarto, kata Suyanto, Solahudin mengontrak rumah pada tanggal 19 Februari 2006. Identitas yang digunakan saat lapor RW dan RT bernama dia bernama Risa Suhardi, warga Jakarta, berstatus belum menikah. Menurut dia, saat melapor dengan RT dia mengaku sudah menikah tapi keluarganya belum dibawa ke sini. Sedang kepada RW,dia mengaku masih bujang. Pekerjaanya berdagang yang berpindah-pindah. Saat tinggal di Wonosobo, berdagang jagung bakar di dekat Pasar Kertek, sekitar 500 meter dari rumahnya."Soal surat nikah sempat kami tanyakan, dia hanya mengatakan surat-suratnya ada di Jakarta. Dia berjanji akan segera menyertakan surat nikah dan surat pindahnya. Tapi sampai tertangkap belum menyerahkannya," katanya.Suyanto mengaku tidak banyak bergaul dengan keluarga Solahudin karena jarang keluar rumah. Dari empat anaknya, paling besar berusia sekitar 6 tahunan dan menderita lumpuh akibat polio. "Kata ibu-ibu sini juga jarang ngomong atau ngobrol dengan tetangga. saya pun pelum pernah betemu langsung, kecuali dengan suaminya," katanya.
(nrl/)











































