ADVERTISEMENT

Kasus Herry Wirawan Perkosa Santri, Apakah Kebiri di RI Tak Beri Efek Jera?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 11:30 WIB
Ilustrasi Penjahat Seksual di Kebiri
Ilustrasi kebiri penjahat seksual. (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Pakar psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel, menyebut hukuman kebiri untuk Herry Wirawan, pemerkosa 12 santriwati di Bandung, tidak tepat. Di sisi lain, Waketum Partai Gerindra Habiburokhman malah menilai hukuman tersebut dapat memberi efek jera.

"Sepertinya Pak Reza mengkhawatirkan teknis pelaksanaan, bukan konsep kebiri yang sudah kita sepakati dalam UU. Konsep kebiri Dalam UU dan PP 70 Tahun 2020 sudah bagus, yakni dimaksudkan agar menimbulkan efek jera dan mencegah terulangnya tindak pidana dengan menekan hasrat seksual pelaku," ujar Habiburokhman kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

Habiburokhman mengakui masih banyak polemik dalam pelaksanaan hukuman tersebut. Namun dia menilai penerapan hukuman kebiri itu masih dapat dievaluasi dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku.

"Memang saat ini banyak perdebatan soal teknis pelaksanaan kebiri, tapi kita bisa terus lakukan evaluasi tanpa mengabaikan ketentuan UU," terang Habiburokhman.

Menurutnya, hukuman kebiri bagi Herry Wirawan bisa dijadikan hukuman tambahan. Kendati begitu, Habiburokhman menilai Herry Wirawan tetap harus dihukum seberat-beratnya.

"Hukuman kebiri itu tambahan. Jangan dipahami kebiri sebagai hukuman pengganti, pidana pokok terhadap si pelaku tetap bisa dikenakan maksimal," kata Habiburokhman.

Dia mengusulkan, Herry Wirawan dijerat dengan pasal berlapis, mengingat banyaknya korban dari aksi bejatnya tersebut.

"Kalau saya malah punya usul lain soal kasus Herry Wirawan ini. Karena korbannya banyak dan perbuatannya terpisah maka dia bukan hanya dijerat Pasal Pidana Pokok dalam UU Perlindungan Anak, tetapi juga Pasal perbarengan sebagaimana diatur dalam Pasal 65 KUHP dengan ancaman tambahan hukuman sepertiga dari hukuman pokok. Jadi kalau dalam UU Perlindungan Anak terberat 15 tahun maka dia bisa dikenakan 20 tahun jika terbukti bersalah," ungkap Habiburokhman.

Reza menilai hukuman kebiri salah kaprah baca di halaman selanjutnya..

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT