Menerka Maksud Pengakuan Anwar Abbas Diingatkan Jokowi Jangan Ngomong Keras

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 06:34 WIB
Waketum MUI Anwar Abbas
Anwar Abbas (Foto: mui.or.id)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Anwar Abbas mengungkapkan bahwa dirinya diingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan berbicara keras-keras. Lalu apakah maksud Anwar Abbas mengungkap pembicaraan dengan Jokowi itu?

"Biar publik tahu kalau Anwar Abbas diminta tak lagi keras bicara," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno kepada wartawan, Sabtu (11/12/2021).

Adi menilai Jokowi mengingatkan Anwar Abbas agar tak bicara keras-keras itu harusnya hanya menjadi pembicaraan kedua belah pihak. Sebab, menurut dia, tak elok presiden meminta Anwar Abbas tak bersuara keras.

"Kacaunya lagi, Anwar Abbas bocor mengungkap pernyataan Jokowi yang minta dirinya tak bersuara keras. Mestinya itu off the record. Karena tak elok presiden minta Anwar Abbas tak bersuara keras. Ini malah dibocorin ke publik," katanya.

Dosen FISIP UIN Jakarta, Adi Prayitno.Adi Prayitno (Foto: Dok. Pribadi)

Menurut Adi, Jokowi mengingatkan Anwar Abbas tak bicara keras lantaran ada yang terganggu dengan suara lantang Anwar Abbas. Terlebih, kata dia, kritik Anwar Abbas terhadap pemerintah dan Menteri Agama, Yaqut Cholis Quomas.

"Sepertinya ada yang terganggu dengan suara lantang Anwar Abbas yang selama ini sering kritik pemerintah dan Menteri Agama," sebut dia.

Lebih lanjut, Adi menilai kritikan keras di tengah pandemi Corona ini berpotensi memicu kegaduhan. Karena itulah, kata Adi, ada kesan dalam permintaan Jokowi itu agar Anwar Abbas mengurangi dosis kritikannya.

"Apalagi di tengah pandemi kritik keras bisa memicu kegaduhan. Ada kesan Anwar Abbas diminta mengurangi dosis kritiknya," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Simak juga: Menjadi Hafiz dengan 'Meraba' Al quran

[Gambas:Video 20detik]