Ahli Bom Orang Dekat Noordin Masih Berkeliaran
Minggu, 30 Apr 2006 08:44 WIB
Jakarta - Beberapa kalangan menilai Polri sukses dalam penggrebekan sarang teroris di Desa Binangun Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Meski tidak menangkap Noordin M Top, dua kawan dekat Noordin tewas dan dua lainnya tertangkap dalam peristiwa ini.Tapi Polri dan masyarakat diingatkan jangan lengah dan berpuas diri lebih dahulu. Karena gembong teroris Noordin M Top, masih memiliki kaki tangan yang berkeliaran dan memiliki skill dalam merakit bom."Masih ada orang dekat Noordin yang masuk lingkaran dalam, memiliki keahlian merakit bom yang belum tertangkap," kata pengamat teroris Nasir Abas, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (30/4/2006).Sayangnya Nasir enggan menyebutkan identitas orang dekat Noordin tersebut. Namun dia berharap agar orang yang bersama Noordin ini berpikir ulang kembali melanjutkan aksi terornya, terlebih setelah peristiwa di Wonosobo ini. "Saya tahu orangnya, tapi tidak usah saya sebutkanlah. Polisi sudah mengetahui tapi lokasinya tidak diketahui," ungkap Nasir yang juga mantan Ketua Mantiqi Tsalis III Jamaah Islamiyah (JI).Peristiwa Wonosobo, menurutnya mengakibatkan ruang gerak Noordin saat ini semakin menyempit. Selain itu, orang-orang yang selama ini diharapkan Noordin kini semakin berkurang."Noordin hanya bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan dia punya pos-pos banyak, sambil membangun sel-sel terputus. Wonosobo itu hanya satu dari tempat posnya" ujar Nasir yang pernah masuk dan menjadi instruktur di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan selama enam tahun.Nasir juga melihat keuangan kelompok Noordin semakin menipis. Hal ini disebabkan Noordin harus membiayai banyak pos. "Menurut keterangan anak buahnya yang tertangkap, Noordin sangat pelit dalam soal uang, dia selalu minta rincian," ungkap Nasir.Nasir mengakui jika teroris yang ditangkap dan ditewaskan polisi di Wonosobo adalah orang dekat Noordin. Dia juga memperkirakan saat peritiwa penggerebekan, Noordin memang tidak berada di lokasi."Polisi sudah mengepung ketat lokasi. Selain itu Noordin punya banyak pos," tandasnya.Pada 29 April, Tim Gegana dan Pasukan Densus 88 Mabes Polri melakukan penggerebekan di dua tempat yang dijadikan sebagai tempat tinggal kaki tangan Noordin M Top yaitu di Wonosobo dan Temanggung.Dalam peristiwa itu dua tersangka teroris di Wonosobo tewas yaitu Abdul Hadi dan Jabir. Sedangkan Mustagfirin menyerahkan diri di Wonosobo dan Solahudin berhasil ditangkap di Temanggung.
(atq/)











































