Kerusuhan di Tuban
Hasyim Turun Tangan
Minggu, 30 Apr 2006 07:20 WIB
Jakarta - Sedih melihat terjadinya amuk massa di Tuban, Jawa Timur, membuat Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengunjungi daerah itu. Hasyim akan berdialog dengan warga NU di sana dengan harapan dapat mendinginkan suasana dan mencari jalan yang lebih bijak dalam menghadapi persoalan."Yang menjadi korban masyarakat NU juga. Saya ingin melihat keadaan, di samping juga ingin menenangkan mereka dan lebih bijak dalam menyelesaikan persoalan," kata Hasyim ketika dihubungi detikcom, Minggu (30/4/2006).Namun Hasyim belum memastikan waktu persisnya mengunjungi Tuban. Dipastikan kunjungan Hasyim ke Tuban setelah mengunjungi warga NU yang terkena bencana banjir dan longsor di Trenggalek. "Belum ditentukan apakah besok atau lusa. Saya ke sana setelah mengunjungi Tranggelek," ujarnya.Hasyim mengaku merasa kecewa dengan aksi anarkis massa itu. Dia mengatakan, seharusnya kekecewaan warga Tuban diselesaikan secara hukum. "Seharusnya mereka mempersoalkan secara hukum seperti kasus Walikota Depok. Kalau melalui kekerasan akhirnya kontra produktif," ujarnya.Namun menurut Hasyim, belum tentu Pemkab Tuban mengalami kerugian besar akibat pengrusakan dan pembakaran fasilitas pemerintahan. Hal ini karena sejumlah aset telah diansuransikan. Selain meminta warga pelaku anarkisme dihukum, dugaan kecurangan dalam pilkada di Tuban harus segera diusut. Selain itu, menurut Hasyim, yang membuat masyarakat Tuban marah adalah suami dari bupati incumbent Haeny Relawati bertindak seperti atasan bupati. "Dia melibatkan diri dalam urusan birokrasi sehingga tidak disukai masyarakat di sana. Lalu banyak pedagang merasa dirugikan dengan persaingan bisnis yang tidak sehat," tukasnya.Seperti diketahui, kantor KPUD dan Pendopo Pemkab Tuban dibakar oleh massa. Massa juga berniat membakar rumah pribadi bupati incumbent, Haeny Relawati. Namun batal karena mengkhawatirkan kebakaran akan merembet ke rumah penduduk di sekitarnya. Massa akhirnya merusak perabotan yang ada di dalam rumah Haeny. Tiga mobil di garasi juga menjadi sasaran pengrusakan.
(atq/)











































