Polda Jatim Perintahkan Tembak di Tempat

Polda Jatim Perintahkan Tembak di Tempat

- detikNews
Sabtu, 29 Apr 2006 22:40 WIB
Tuban - Tak ingin aksi anarkis terulang kembali, Kepolisian Daerah Jawa Timur menerapkan jam malam dan perintah tembak di tempat bagi siapapun yang melakukan tindakan anarkis.Hal itu disampaikan Kapolda Jatim Irjen Herman S Suryadi saat bersama Gubernur Jatim Imam Utomo meninjau lokasi sasaran amuk massa di Pendopo Kabupaten Tuban, Sabtu (29/4/2006)."Kita perintahkan tembak di tempat kepada massa yang melakukan pengrusakan. Kita minta semua pihak menahan diri. Siapapun silakan menempuh jalur hukum jika ada persoalan," kata Kapolda Jatim Irjen Herman S Suryadi kepada wartawan.Langkah yang ditempuh kepolisian ini bercermin dengan apa yang telah terjadi pada siang hari. Dimana ketika aparat berusaha membendung massa saat demo ke KPUD, justru malah dilawan dengan lemparan batu.Sementara pantauan hingga Sabtu malam, suasana di kota Tuban terlihat normal, meskipun telah diterapkan jam malam yang berlaku pukul 19.00 hingga 04.30 WIB. Terlihat warga kota seolah tidak terpengaruh dengan status itu.Beberapa warga masih tampak bergerombol di sejumlah sudut jalan raya. Begitu pula peziarah Wali songo juga masih terlihat leluasa menuju ke makam Sunan Bonang yang berada tak jauh dari alon-alon itu.Mereka dengan menumpang becak, leluasa menelusuri Jl Kompol Soeroko. Begitu pula di Jl Martadinata, warga setempat berjaga di lokasi SPBU yang disebut-sebut milik suami Bupati Tuban Haeny yang juga cabup nomor urut satu itu."Kalau tidak dijaga bisa gawat. Siapa tahu ada yang membakar, kan rumah penduduk di sini bisa terbakar," kata seorang pemuda yang tinggal di Kelurahan Karangsari ini.Informasi yang diterima detikcom, beberapa wartawan lokal menerima pesan singkat (SMS) yang berisi ancaman berbau SARA. "Tapi ini belum tentu benar. Bisa saja untuk memperkeruh suasana," ungkap salah satu kontributor salah satu televisi swasta. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads