Rachel Vennya Akui Bayar Rp 40 Juta agar Lolos Karantina di Wisma Atlet

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 20:43 WIB
Rachel Vennya menjalani sidang kabur dari karantina di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (10/12/2021).
Rachel Vennya (Palevi/detikHOT)
Tangerang -

Rachel Vennya meminta bantuan seseorang bernama Ovelina untuk tidak menjalani karantina di Wisma Atlet. Rachel Vennya membayar Rp 40 juta kepada Ovelina agar lolos karantina sepulang dari Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan Rachel saat menjadi saksi mahkota kasus karantina di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (10/12/2021). Rachel awalnya ditanya hakim soal siapa yang membantunya dalam proses kabur saat akan menjalani karantina di Wisma Atlet.

"Kan Saudara menginginkan ketika sampai di Indonesia tidak menjalani karantina dan Saudara minta bantuan Ovelina kan, melalui Intan tadi kan? iya tidak?" tanya hakim.

"Iya," kata Rachel.

Hakim bertanya siapa saja yang membantu Rachel agar tidak menjalani karantina. Rachel mengaku dirinya hanya meminta bantuan kepada Ovelina.

"Kemudian kan Saudara pada saat itu memang ada yang membantu Saudara untuk tidak menjalani karantina? Tahu tidak waktu itu siapa?" kata hakim.

"Saya cuma tahu lewat Ovelina saja," ungkap Rachel.

"Nanti ada yang bantu begitu?" tanya hakim.

"Iya," singkat Rachel.

"Nanti sampai di Wisma Atlet kamu ikutin saja nanti orang akan membawa kamu ke Wisma Atlet, begitu," tanya hakim lagi.

"Iya," jawab Rachel.

Hakim lalu bertanya berapa nominal yang dibayarkan Rachel kepada Ovelina untuk prosedur lolos dari karantina. Rachel membayar Rp 40 juta kepada Ovelina. Namun, uang itu kini sudah dikembalikan.

"Waktu itu Saudara membayar berapa?" tanya hakim.

"Rp 40 juta," ungkap Rachel.

"Uangnya sudah dikembalikan sekarang?" tanya hakim lagi.

"Sudah dikembalikan," sahut Rachel.

"Semuanya?" tanya hakim.

"Iya," jawab Rachel.

"Waktu itu diserahkan ke?" tanya hakim lagi.

"Ke Ovelina," ujar Rachel.

Dalam kasus ini, Rachel Vennya, Salim Nauderer, dan Maulida Khairunnisa divonis empat bulan penjara dengan masa percobaan selama delapan bulan. Mereka dinyatakan bersalah melanggar protokol kesehatan.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Rachel Vennya Ronald, Salim Nauderer, Maulida Khairunnisa telah terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana terkait karantina kesehatan," kata hakim saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jumat (10/12).

"Dijatuhi pidana masing-masing selama 4 bulan dengan ketentuan hukuman tersebut tidak perlu dijalani, kecuali apabila di kemudian hari dengan putusan hakim diberikan perintah lain atas alasan terpidana sebelum waktu percobaan selama 8 bulan berakhir telah bersalah melakukan suatu tindakan pidana, dan denda masing-masing-masing denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan," lanjut hakim.

Simak video 'Divonis 4 Bulan Penjara, Rachel Vennya: Kita Akan Jalani':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/isa)